JAGOSATU.COM - Situasi internal Liverpool kembali memanas setelah keputusan mengejutkan terkait pengurangan menit bermain Mohamed Salah dalam dua laga beruntun. Keputusan tersebut memunculkan spekulasi besar mengenai masa depan sang bintang Mesir di bawah pelatih Arne Slot.
Mohamed Salah selama hampir satu dekade menjadi ikon Liverpool, sosok tak tersentuh di starting XI, dan pemain yang selalu diandalkan dalam momen penting. Namun kini, untuk pertama kalinya sejak 2024, Salah dicadangkan dalam dua pertandingan berturut-turut—melawan West Ham dan Sunderland—membuat suporter, analis, hingga internal klub mempertanyakan arah kebijakan baru yang ditempuh Slot.
Salah yang kini berusia 33 tahun memang masih memegang peran besar sebagai pencetak gol sekaligus figur sentral di ruang ganti. Karena itu, keputusan mendadak yang menurunkannya ke bangku cadangan memicu tanda tanya: apakah Arne Slot mulai mengambil langkah berani untuk mempersiapkan era baru tanpa Salah?
Menurut laporan Bein Sports, keputusan Slot bukan sekadar rotasi biasa. Ada “penilaian ulang menyeluruh” terhadap struktur tim setelah performa Liverpool di liga terus menurun dalam beberapa pekan terakhir. Slot dikabarkan ingin mengembalikan intensitas pressing yang menjadi ciri khas permainan Liverpool. Namun Salah, yang kini memasuki usia 33 tahun dan sempat mengalami beberapa gangguan kebugaran, dianggap tidak selalu berada dalam kondisi optimal untuk menjalani sistem tersebut setiap pekan.
Absennya Salah dari susunan starter melawan West Ham menjadi sinyal pertama. Namun ketika ia kembali hanya sebagai pemain pengganti saat menghadapi Sunderland, spekulasi pun semakin menguat. Sejumlah pihak di internal klub menilai kebijakan ini adalah bentuk “uji tekanan” dari Slot terhadap para pemain senior.
Beberapa analis lokal juga menilai pendekatan ini mirip dengan strategi Slot di era Feyenoord, ketika ia berani merombak peran para pemain berpengaruh demi mendapatkan keseimbangan taktik yang lebih baik.
Liverpool memang sedang berada dalam periode yang tidak stabil. Setelah awal musim yang menjanjikan, grafik performa menurun signifikan, terutama di fase transisi bertahan dan efektivitas serangan. Fans mulai mempertanyakan apakah struktur taktik Slot sudah sesuai dengan karakter pemain.
Di tengah tekanan tersebut, keputusan Slot mencadangkan Salah justru membuka babak baru dalam perdebatan internal—apakah ini murni soal performa atau merupakan bagian dari strategi jangka panjang klub.
Sumber internal klub yang dikutip media Inggris menyebutkan bahwa suasana ruang ganti Liverpool “tidak sepenuhnya harmonis”. Beberapa pemain senior dikabarkan merasa terkejut dengan keputusan baru tersebut, terutama karena Salah selama ini menjadi figur kunci dalam skuat.
Ketika kondisi internal Liverpool memanas, Liga Pro Saudi langsung mengambil langkah cepat. Mereka menempatkan Mohamed Salah sebagai target prioritas pada jendela transfer musim dingin ini—walaupun periode transfer lebih singkat.
Dalam laporan tersebut, klub-klub Arab Saudi melihat momentum yang sempurna untuk kembali meluncurkan “big move” setelah gelombang belanja pertama mereka pada 2023–2024 memasuki masa akhir kontrak. Salah sebagai pemain Arab paling berpengaruh di dunia menjadi nama yang dianggap mampu mengerek citra liga sekaligus memperkuat daya tarik global Saudi Pro League.
Dukungan finansial besar dan komposisi skuad yang sudah bertabur bintang membuat Al Hilal menjadi klub yang paling berpeluang mendapatkan tanda tangan Salah. Mereka diyakini siap menyiapkan kontrak raksasa yang melampaui paket yang pernah ditawarkan kepada Neymar.
Namun Al Qadsiah juga masuk dalam perburuan. Meski tidak setenar Al Hilal, klub tersebut memiliki backing finansial kuat dan ingin melakukan lompatan besar dalam proyek jangka panjang mereka.
Salah bukan sekadar pemain bagi Saudi Pro League. Ia dianggap sebagai ikon budaya yang dapat meningkatkan identitas liga, nilai siaran, serta memperluas jangkauan pasar Timur Tengah.
Liverpool sendiri masih bersikap hati-hati. Klub tetap mempertahankan Salah sebagai wajah proyek dan ikon global mereka, terutama setelah kepergian banyak pemain senior dalam dua musim terakhir.
Namun penurunan performa tim, jeda permainan Salah, dan tekanan media membuat situasi semakin kabur. Jika tawaran sangat besar masuk dan Salah mempertimbangkan opsi baru, kemungkinan besar Liverpool akan membuka pembicaraan serius.
Dari sudut pandang bisnis, The Reds tahu salah satu nilai terbesar Salah adalah timing: menjual pada momentum yang tepat dapat menghasilkan dana besar untuk membangun ulang skuad Arne Slot.
Masa depan Mohamed Salah kini berada di titik paling menentukan dalam kariernya. Ia berada di persimpangan antara loyalitas panjang dengan Liverpool dan godaan proyek mega-finansial Arab Saudi.
Di sisi lain, Arne Slot sebagai pelatih baru sedang berusaha membangun identitas permainan yang mungkin tidak selalu menempatkan Salah sebagai protagonis utama.
Apakah Salah akan kembali menjadi starter tak tergantikan? Atau ini benar-benar awal dari babak terakhirnya di Anfield?
Semua bergantung pada beberapa minggu ke depan—periode yang dapat mengubah peta masa depan sang Raja Mesir.
Editor : Toar Rotulung