JAGOSATU.COM - Ruben Amorim menegaskan masalah utama Manchester United bukan terletak pada rasa percaya diri. Pelatih asal Portugal itu yakin kualitas skuadnya cukup, namun yang dibutuhkan adalah konsistensi saat mereka bersiap menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga pekan ke-15 Liga Inggris.
Manchester United kembali gagal memanfaatkan peluang untuk naik ke lima besar setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan West Ham. Hasil itu melanjutkan tren inkonsistensi setelah mereka sebelumnya kalah 1-0 dari Everton. Kini, Setan Merah terpuruk di peringkat ke-12 klasemen sementara.
Meski demikian, peluang untuk naik ke posisi lebih baik masih terbuka. Jika mereka mampu menaklukkan Wolverhampton Wanderers, MU dapat melesat hingga ke posisi enam besar. Namun Ruben Amorim mengingatkan bahwa peningkatan peringkat tidak boleh menjadi beban mental bagi para pemainnya.
Saat ditanya apakah timnya mengalami krisis rasa percaya diri, Amorim langsung menggeleng.“Saya pikir itu bukan masalah mental,” tegasnya.
Menurutnya, penampilan MU belakangan ini bukan cerminan penurunan motivasi, melainkan kurang konsisten.
“Saya rasa mereka tidak berpikir ‘Kita harus masuk lima besar’. Tidak. Terkadang kita bermain bagus, terkadang kita bermain buruk, dan kita tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Kita harus lebih baik di pertandingan berikutnya,” lanjutnya.
Sementara MU berupaya bangkit, kondisi Wolverhampton justru jauh lebih mengkhawatirkan. Wolves terpuruk di dasar klasemen dengan tujuh kekalahan beruntun, termasuk kekalahan 1-0 dari Nottingham Forest. Dengan hanya dua poin dari 14 pertandingan, Wolves menyamai catatan buruk Sheffield United pada musim 2020/2021.
Lebih buruk lagi, Wolves belum mencetak gol sejak Oktober. Mereka menjalani lima pertandingan Premier League tanpa gol. Pelatih Rob Edwards menegaskan bahwa timnya harus kembali pada dasar permainan: kerja keras, intensitas, dan determinasi.
“Kita sedang dalam situasi yang sangat buruk, tapi bagaimana kalian ingin ini berlanjut? Apakah kalian ingin menghilang atau berjuang?” tegasnya kepada para pemain.
Edwards menambahkan bahwa kemenangan memang tidak bisa dijamin, tetapi usaha maksimal adalah sesuatu yang dapat dikontrol.
“Anda tidak bisa mengendalikan kemenangan, tetapi Anda bisa mengendalikan duel, intensitas, dan seberapa sering Anda berlari ke depan,” ujarnya.
Pertandingan melawan Wolves menjadi kesempatan besar bagi Manchester United untuk menghapus tren inkonsistensi dan membuka jalan kembali menuju persaingan papan atas. Namun Ruben Amorim menekankan bahwa fokus utama harus tetap pada performa, bukan tekanan klasemen.
Editor : Toar Rotulung