Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Gatot di Sea Games 2025, Ketum-Waketum PSSI Pecah Kongsi, Towel Sorong Tanggungjawab di Pundak Zainudin Amali

Hairil Paputungan • 2025-12-15 22:24:55

 

Photo
Photo

LEPAS TANGAN: Hanya tergetkan perak untuk cabang sepakbola putra Sea Games (foto: ist) 

Gatot di Sea Games 2025,

Ketum-Waketum PSSI Pecah Kongsi,

Towel Sorong Tanggungjawab di

Pundak Zainudin Amali

 

 

JAGOSATU.COM - Timnas Indonesia U-22 menelan pil pahit tersingkir pada fase grup SEA Games 2025.

Ini hasil terburuk bagi cabang olahraga sepakbola dalam 16 tahun terakhir. Pendek kata gatot (gagal total).

Kegagalan ini melengkapi rangakain kegalana lain timnas di tunamen lainnya, seperti kualifikasi Piala Asia U-23, Piala AFF U-23 dan tentu saja kegagalan paling menyakitkan, tergusur di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Photo
Photo

DITUDING BLUNDER: Target emas seperti 2023, sesuai keinginan pemain dan pelatih (foto: ist) 

Dari rentetan kegagalan itu mulai muncul kabar tak sedap di internal federasi.

Bahwa di tubuh PSSI saat ini sudah ada faksi-faksi.

Paling menyolok adalah meruncingnya hubungan antara Ketua Umum PSSI Erick Thohir dengan Wakil Ketua Umum I, Zainudin Amali.

Aroma perpecahan internal sudah teremndus sebelum Timnas Indonesia U-22 berlaga di SEA Games Thailand. Paling menyolok adalah statement soal target medali.

Erick Thohir yang juga Menteri Pemud dan Olahraga, itu menyebut target realistis Garuda Muda, yakni medali perak. Itu setelah menilik dari hasil tim review Kemenpora.

“Kalau dari sepakbola, berdasarkan hasil evaluasi tim Kemenpora, PSSI mengusulkan target sepakbola putri adalah perunggu sedangkan putra perak,” ujar Menpora Erick Thohir, 21 November silam.

Berbanding terbalik dengan statement Waketum PSSI Zainudin Amali. Eks Menpora itu justru mengatakan target Timnas U-22 Indonesia, yakni mempertahankan juara atau medali emas, seperti yang diraih apda Sea GHames 2023 di Kamboja.

“Bisa berbeda dengan pemerintah ya, tapi kami dari awal sudah sampaikan kepada pelatih kepala dan jajaran pelatih, serta ofisial, dan juga anak-anak, ya. Tujuannya kita adalah back to back, ya, (medali) emas,” ujar Amali pada 26 November.

Photo
Photo

NGOMPORI: Lempar tanggungjawab ke Zainudin Amali, lindungi Erick Thohir (foto: ist) 

Tekad yang sama juga diperkuat Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, juga anggota Exco , Sumardji.

Sumardji, yang lebih dikenal sebagai manager timnas senior ini menyebut, tekad itersebut berasal dari pemain, termasuk optimism yang ditiupkan pelatih Indra Sjafri.

“Kalau berkait target, saya bersama coach Indra, tekadnya pemain, sekali lagi tekadnya pemain. Itu adalah suara hati pemain,” tukas Sumardji.

“Ini sudah tekad untuk target, dan apapun kami akan berusaha mempertahankan medali emas,” tegasnya.

Kenyataanya, target yang diusung, jangkan emas, perak dan perungu sekalipun nihil.

Donny Tri Pamungkas dkk dibekuk 1-0 oleh Filipina dan hanya menang 3-1 atas Myanmar, sementara tuntutan wajib menang minimal margin tiga gol, mengingat di Grup B, Malaysia unggul produktivitas 4-3. Pada ujungnya produktivitas Ivar Jenner Cs hanya 3-2.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II, Ratu Tisha Destria tidak memberui keterangan berlebih. Ia hanya mengatakan akan terus memompa semangat juang dan memotivasi pemain agar bertanding spartan di lapangan guna meraih hasil maksimal. ‘’Kita menyiapkan urusan non teknis, soal teknis biar pelatih dan ofisial yang menangani. Yang pasti kita ingin yang terbaik,’’ tutur Ratu Tisha sehari sebelum laga lawan Filipina di grup C.

Soal faksi di tubuh PSSI itu, terutama antara Ketum Erick Thohir dan Waketum Zainudin Amali diperkuat oleh Tommy Welly. Pria yang selalu melontar statement kontroversial ini tampak menyalahkan Zainudin Amali. Menurut Towel, panggilannya, Amali tidak pyunya ruang lingkup sepakbola. Ia memilih Indra Sjafri sebagai pelatih karena faktor fanatisme saja, sementara banyak pelatih muda yang jauh lebih bagus dan punya lisensi pro. Ia heran mengapa Indra Sjafri terus terusan dipercaya menangi timnas U-23 padahal ia baru saja gagal di kualifikasi Piala Asia U-23.

Towel makin memepruncing keadaan dengan mereiview bahwa pasca kegagalan lolos Piala Dunia, timnas U-23 dibawa kendali Amali. Yang menyebabkan keputusan penunjukkan pelatih menjadi bias.

Ia menuntut Amali harus bertanggungjawab atas kegagalan timnas U-22 Sea Games 2025. ‘’Ini tanggungjawab Amali. Dia yang paling tahu soal timnas U-22 yang gagal di Sea Games,’’ tuding Towel dengan nada seperti melindungi bosnya Erick Thohir.(dbs/otp/dbh)

Editor : Hairil Paputungan
#pecah kongsi