Jagosatu.com - Pelatih Celtic Wilfried Nancy mengklaim dirinya memahami sepak bola Skotlandia meski awal kepemimpinannya berakhir buruk.
Nancy belum meraih satu pun kemenangan dari empat pertandingan sejak ditunjuk sebagai manajer Celtic.
Kekalahan terbaru Celtic terjadi saat menghadapi Dundee United dengan skor 2-1 di Tannadice Park.
Dalam laga tersebut, Celtic sempat unggul lebih dulu lewat gol Daizen Maeda.
Kekalahan ini mengakhiri rekor 55 pertandingan tanpa kalah Celtic setelah mencetak gol pembuka di liga.
Nancy menggantikan Martin O'Neill di Celtic Park pada awal bulan Desember.
Pelatih asal Prancis berusia 48 tahun itu kini berada di bawah tekanan besar dari para pendukung.
Suporter Celtic bahkan mencemoohnya saat pertandingan tandang ke markas Dundee United.
Banyak pihak menilai pengalaman Nancy di MLS bersama Columbus Crew sulit diterapkan di Skotlandia.
Namun Nancy membantah anggapan bahwa ia meremehkan kerasnya sepak bola Skotlandia.
Ia mengaku mengenal karakter sepak bola Inggris dan Skotlandia sejak masih menjadi pemain.
Nancy secara mengejutkan menyebut pernah hampir bergabung dengan Carlisle United di masa lalu.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuatnya paham bahwa sepak bola di wilayah ini sangat fisikal.
Ia juga menekankan bahwa intensitas, duel keras, dan gaya wasit adalah ciri khas liga Skotlandia.
Nancy menyadari bahwa dirinya dinilai berdasarkan hasil pertandingan yang diraih tim.
Meski begitu, ia tetap yakin bahwa performa Celtic menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Nancy menilai laga melawan Dundee United sebagai contoh peluang yang seharusnya bisa dimenangkan.
Selain di liga, Celtic juga kalah dari Roma di ajang Liga Europa.
Mereka juga takluk 3-1 dari St. Mirren di final Piala Liga Skotlandia.
Empat kekalahan beruntun ini menjadi catatan terburuk Celtic sejak tahun 1978 di era Jock Stein. (samt)
Editor : ALengkong