JAGOSATU.COM - Arsenal kembali menjejakkan kaki di semifinal Piala EFL, namun kali ini William Saliba menegaskan timnya tidak ingin mengulang kesalahan masa lalu.
The Gunners memastikan tiket ke babak empat besar setelah menyingkirkan Crystal Palace lewat adu penalti dramatis dengan skor 8-7, usai bermain imbang 1-1 dalam waktu normal di Stadion Emirates, Rabu (24/12) dini hari WIB.
Kemenangan ini membawa Arsenal bertemu Chelsea di semifinal Piala EFL. Ini menjadi kali ketiga Arsenal mencapai fase tersebut dalam lima musim terakhir di bawah asuhan Mikel Arteta. Meski demikian, catatan mereka di babak ini belum menggembirakan.
Pada dua kesempatan sebelumnya, Arsenal selalu gagal melangkah ke final. Musim 2021/2022, mereka tersingkir usai kalah agregat 0-2 dari Liverpool. Sementara pada musim lalu, Newcastle United yang berstatus juara bertahan kembali menghentikan langkah Arsenal dengan agregat identik 2-0.
William Saliba menilai pengalaman pahit tersebut harus menjadi pelajaran berharga. Bek asal Prancis itu menegaskan bahwa Arsenal perlu menunjukkan peningkatan nyata jika ingin melangkah lebih jauh musim ini.
“Itu pertandingan yang sulit melawan tim papan atas. Kami bermain bagus. Terlepas dari kesalahan saya, kami bermain dengan baik. Pada akhirnya, Kepa menyelamatkan kami dan kami sangat senang bisa lolos ke semifinal,” ujar Saliba.
“Kami harus belajar dari musim lalu karena kami juga sampai ke semifinal dan kalah di kedua pertandingan,” lanjutnya.
Saliba pun menyatakan ambisi Arsenal musim ini jauh lebih besar. Ia berharap The Gunners mampu memenangkan kedua leg semifinal dan akhirnya kembali tampil di partai puncak Piala EFL. “Kali ini kami ingin memenangkan kedua pertandingan dan melaju ke final,” tegasnya.
Arsenal dijadwalkan menghadapi Chelsea pada leg pertama semifinal di Stamford Bridge pada Kamis (15/1) pukul 03.00 WIB. Sementara leg kedua akan digelar di Emirates Stadium pada Rabu (4/2) pukul 03.00 WIB.
Duel ini akan menjadi ujian penting bagi konsistensi Arsenal, sekaligus pembuktian apakah mereka benar-benar mampu keluar dari bayang-bayang kegagalan di semifinal dalam beberapa musim terakhir.
Editor : Toar Rotulung