SEPANG – Yamaha belum menunjukkan sinyal kebangkitan menjelang MotoGP 2026. Pabrikan yang pernah mengantarkan Valentino Rossi meraih gelar juara dunia itu, justru harus menghentikan seluruh aktivitas pada hari kedua tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, Rabu (4/2).
Sejumlah laporan menyebut, Yamaha tidak turun ke lintasan karena persoalan teknis yang berpotensi mengganggu keamanan pembalap. Masalah tersebut muncul setelah Fabio Quartararo sempat berhenti di lintasan pada hari pertama tes. "Kami memeriksa apa masalahnya dan tidak menemukan solusi yang jelas," kata Direktur Teknis Yamaha Max Bartolini dikutip dari Crash.
Yamaha sebenarnya sudah punya beberapa dugaan mengenai penyebab masalah tersebut. Namun, tim memilih berhati-hati. "Mempertimbangkan keselamatan pembalap kami dan pembalap lain, kami memutuskan untuk lebih dulu memahami masalahnya dan tahu apa yang harus dilakukan sebelum kembali ke lintasan," kata Bartolini.
Meski begitu, Yamaha masih punya peluang tampil dalam sesi terakhir di Sepang, Kamis (5/2) hari ini. Setelah itu, seluruh tim MotoGP akan menjalani launching di Kuala Lumpur pada 7 Februari, sebelum melanjutkan tes resmi di Sirkuit Buriram, Thailand pada 21-22 Februari.
"Kami memutuskan hari ini tidak turun lintasan dan terus memeriksa serta mencoba mencari solusi untuk besok (Kamis). Semoga kami menemukan solusi yang baik malam ini dan bisa turun lintasan," harap Bartolini.
Baca Juga: Terkendala Tinggi Badan, Toprak Tampil tanpa Sayap Belakang
Sementara itu, Quartararo memutuskan kembali ke Eropa setelah mengalami cedera patah jari tengah. Cedera itu dia dapat setelah terjatuh di tikungan lima hari pertama tes, Selasa (3/2). Pembalap berjuluk El Diablo itu mengaku tak percaya diri dengan performa mesin Yamaha V4.
"Jelas, saya tidak bisa mengatakan saya percaya diri. Kita lihat saja nanti seberapa besar kesulitan yang akan kami alami. Kita bisa melihat bahwa catatan waktu tidak terlalu bagus, dan satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah memberikan yang terbaik dan mencoba melakukan yang terbaik," kata Quartararo dikutip dari GPOne. (ka/bas)
Editor : Pratama Karamoy