LE MANS – Marc Marquez akhirnya mengungkap penyebab di balik performa naik-turun sepanjang MotoGP 2026. Pembalap Ducati itu ternyata membalap sambil menahan gangguan saraf pada lengan kanan akibat baut di bahunya bergeser dan menekan saraf radial.
Pengakuan itu muncul setelah Marquez mengalami kecelakaan pada sprint MotoGP Prancis di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Sabtu (9/5). Marc mengalami patah tulang metatarsal kelima di kaki kanan sehingga dipastikan absen dalam balapan utama di Le Mans kemarin (10/5) serta di Catalunya pekan depan.
"Saya sebenarnya sudah menjadwalkan operasi bahu setelah Catalunya karena musim ini saya mengalami lebih banyak masalah," kata Marquez dikutip dari Marca. "Saya mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa secara mental saya baik-baik saja. Tetapi, setelah Jerez (MotoGP Spanyol, Red), saya pergi ke dokter dan mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres," imbuh juara dunia tujuh kali tersebut.
Baca Juga: MotoGP di Le Mans: Hujan Bayangi Duel Aprilia versus Ducati
Menurut Marquez, sumber masalah berasal dari kecelakaan di MotoGP Indonesia 2025. Tepatnya, ketika dia ditabrak pembalap Aprilia Marco Bezzecchi. Pemeriksaan terbaru menemukan salah satu baut di bahu kanannya patah. Sementara baut lain bergeser satu hingga dua milimeter hingga menyentuh saraf radial.
Masalah tersebut turut berperan dalam kecelakaan Marquez saat sprint di Le Mans. Meski rasa sakit tidak terlalu muncul saat latihan atau kualifikasi, gangguan justru terasa ketika Marquez berada dalam posisi membalap, yakni saat lengannya berada jauh ke depan. "Ketika saraf itu terkena, saya tidak bisa mengendarai motor dengan baik dan crash yang terjadi jadi sangat aneh," tutur Marquez dikutip dari GPOne.
Selanjutnya, Marquez akan menjalani operasi kaki dan bahu secara bersamaan. Kemungkinan, tindakan pada bahu tidak akan terlalu besar karena dokter hanya perlu melepas baut yang mengganggu saraf. "Saya pasti akan absen di Catalunya, dan kemudian kita lihat bagaimana dengan Mugello," ucap Marquez. (ka/dns)
Editor : Pratama Karamoy