Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Alwi Sabet Juara Australian Open, Dua Pasangan Ganda Indonesia Hanya Bisa Jadi Runner-up

Pratama Karamoy • Senin, 15 Juni 2026 | 15:58 WIB
DUA SET LANGSUNG: Alwi Farhan menjadi satu-satunya pebulu tangkis Indonesia yang meraih gelar juara di Australian Open 2026.
DUA SET LANGSUNG: Alwi Farhan menjadi satu-satunya pebulu tangkis Indonesia yang meraih gelar juara di Australian Open 2026.

 

SYDNEY – Dari tiga wakil yang tampil di final Australian Open 2026 di Quaycentre, Sydney, Minggu (14/6), Indonesia cuma merebut satu gelar juara. Adalah tunggal putra Alwi Farhan yang menjadi kampiun setelah menundukkan wakil Tiongkok, Dong Tian Yao, dengan skor 21-13, 21-13.

Sementara itu, dua wakil Indonesia lainnya hanya bisa menjadi runner-up. Yaitu ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi yang harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal Tiongkok, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, dengan skor 22-24, 13-21. Adapun ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga harus mengakui keunggulan wakil Tiongkok, Chen Bo Yang/Liu Yi, dengan skor 15-21, 19-21.

"Rasanya sangat senang dan bahagia karena beberapa bulan terakhir saya memang sangat terpukul dengan kejadian di Piala Thomas. Namun, alhamdulillah, saya berterima kasih kepada semua yang telah mengkritik, mendukung, dan mendoakan saya," ungkap Alwi Farhan seusai merebut gelar juara di Negeri Kanguru.

Alwi menuturkan bahwa perjalanan berat yang dilaluinya memang harus dihadapi saat ini. Meskipun situasinya tidak mudah dan penuh rintangan, dia bertekad untuk terus berkembang. "Namun, saya pastikan diri saya tidak akan pernah menyerah dan akan selalu berusaha menjadi lebih baik bagi semua orang," ujarnya.

Pebulu tangkis binaan PB Exist itu mengaku cukup mempelajari gaya bermain Dong saat menghadapi Anthony Sinisuka Ginting pada babak 32 besar yang dimenanginya dengan skor 21-15, 21-15, serta ketika mengalahkan M. Zaki Ubaidillah di semifinal dengan skor 21-19, 9-21, 21-18. Dari pengamatan tersebut, Alwi berupaya mengantisipasi agar tidak kecolongan dari sisi serangan lawan. "Dia punya postur yang tinggi, jadi pukulan bola atasnya sangat tajam.

Baca Juga: Kasus HIV Jawa Timur Tertinggi secara Nasional

Di gim pertama saya bisa memegang kontrol permainan. Sempat ketat pada awal gim kedua, tetapi saya bisa kembali ke pola permainan seperti di gim pertama," bebernya. Alwi bersyukur dapat meraih gelar Super 500 keduanya setelah Indonesia Masters. Namun, menurutnya, perjalanan sesungguhnya adalah menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

"Saya ingin berterima kasih kepada orang tua, keluarga, pelatih, dan seluruh tim pendukung di PBSI. Gelar ini saya persembahkan untuk Indonesia dan bulu tangkis Indonesia. Karena belakangan ini, seperti yang kita tahu, kami sedang menghadapi situasi yang cukup berat. Saya berharap bulu tangkis Indonesia bisa segera membaik," ucapnya. Sementara itu, Reza mengungkapkan bahwa dirinya dan Sabar sempat tertekan oleh pola permainan lawan sejak awal pertandingan. Menurutnya, kondisi pertandingan di Sydney berbeda dengan Indonesia Open pada pekan sebelumnya. (raf/ali)

Editor : Pratama Karamoy
#Badminton #Olahraga