Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Red Bull Siap Tinggalkan Sayap "Macarena", Dipicu Dua Insiden Beruntun yang Menimpa Verstappen

Pratama Karamoy • Rabu, 8 Juli 2026 | 17:25 WIB
PERFORMA TURUN: Mobil Max Verstappen masuk pit lane saat sesi balapan GP Inggris di Silverstone, Minggu (5/7). (PETER POWELL/AFP PHOTO)
PERFORMA TURUN: Mobil Max Verstappen masuk pit lane saat sesi balapan GP Inggris di Silverstone, Minggu (5/7). (AFP PHOTO)

 

SILVERSTONE – Red Bull Racing berpotensi untuk meninggalkan desain sayap belakang unik yang dijuluki "Macarena" atau upside-down rear wing. Hal itu diakibatkan dua insiden beruntun yang dialami Max Verstappen di Grand Prix Austria dan Inggris.

Di Red Bull Ring, Austria, Verstappen menabrak saat lap terakhir kualifikasi karena sayap belakang gagal menutup dengan sempurna. Insiden serupa kembali terjadi di Silverstone, Inggris. Pembalap asal Belanda itu sedang berada di posisi keempat sebelum keluar lintasan, dan menghantam pembatas di tikungan Stowe.

"Sangat berbahaya karena Anda benar-benar bisa terluka. Dua kali berturut-turut. Saya beruntung di Austria, saya juga beruntung di sini. Itulah yang membuat saya benar-benar kesal," ujar Verstappen dikutip dari The Race.

Team Principal Red Bull Laurent Mekies mengakui timnya telah mengecewakan Verstappen. Dia menegaskan timnya akan mengkaji seluruh sistem sayap belakang, termasuk kemungkinan meninggalkan konsep "Macarena" yang telah digunakan sejak GP Miami.

"Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan demi keamanan. Apakah penyebabnya sama atau berbeda tidak lagi penting. Kami akan meninjau seluruh area agar tidak ada lagi peluang kejadian seperti ini terulang," kata Mekies.

Baca Juga: Ai Ogura Pilih Belajar di Atas Motor ketimbang Gym

Klausul Keluar Aktif

Persoalan reliabilitas itu muncul ketika masa depan Verstappen kembali menjadi sorotan. Setelah gagal finis di Silverstone, juara dunia empat kali tersebut dikabarkan telah memenuhi syarat untuk mengaktifkan klausul keluar dalam kontraknya.

Berdasarkan laporan RacingNews365, Verstappen bisa hengkang pada musim 2027. Itu jika dia tidak berada di posisi dua besar klasemen pembalap sebelum jeda musim panas. Yakni setelah GP Hungaria yang akan digelar akhir Juli ini.

Dengan dua seri tersisa sebelum jeda, Verstappen maksimal hanya bisa mengumpulkan 126 poin. Sementara itu, George Russell yang menempati posisi kedua sudah mengoleksi 154 poin. (ka/bas)

Editor : Pratama Karamoy
#F1 #Olahraga