JagoSatu.com - Peluang bakal calon legislatif (bacaleg) yang baru pertama kali terjun dalam perebutan kursi DPRD Provinsi Sulut dari Dapil Kota Manado, terbuka lebar.
Bukan tanpa sebab, dari sisi riwayat hidup, ketokohan dan karakter jadi modal utama memperjuangkan aspirasi rakyat di Gedung Cengkih.
Diantaranya, Novia ‘Enci Vivi’ Lambey (NL), President Young Women Christian Association (YWCA) Indonesia.
NL selalu berada di urutan teratas untuk polling calon Anggota DPRD Sulut PDI-P Dapil Manado.
Dalam sejumlah Polling Bendahara Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI-P Sulut kisaran 21-31 persen dari 8 formasi Caleg.
Ketua IV Badan Pimpinan Pusat Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya (PIKAT) dan Pembina Putri Pariwisata Indonesia (PPI) Sulut, merupakan rekrutan terbaik PDI-P.
Matang dalam sejumlah organisasi, sebagai Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Pengurus Wilayah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Sulut, Anggota Kelompok Pendamping Pembina Pelayanan Anak (KP3A) Sinode GMIM, hingga Sekretaris Tim Kerja Pelayanan Fungsional Kota Manado Sinode GMIM.
Dari Partai Golkar, ada eks bankir Oldy Sambuaga (OS), Direktur Utama PT Okos Timou Blessindo, pemimpin kelompok kinerja bisnis dan pengelolaan jaringan salah satu bank besar yang beroperasi di Wilayah Kota Manado.
OS yang juga Anggota Komisi Pelayanan P/KB Sinode GMIM 2018-2022, dikenal sebagai salah satu tokoh P/KB GMIM di Rayon Manado.
Eks Pemimpin Cabang BNI Jayapura dinilai salah satu rekrutan terbaik PG.
Tak kalah hebatnya dari Partai Demokrat (PD) ada Royke Anter, seorang politisi.
Royke merupakan Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Manado ini telah menduduki kursi DPRD Kota Manado selama tiga periode.
Merujuk pengalaman serta perlunya pengkaderan, Anter maju ke provinsi.
Bermodalkan 2.213 suara saat Pileg DPRD Manado 2019 Dapil Tikala-Paal Dua, patut diperhitungkan.
Terkait hal ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk mempublikasikan semua daftar calon anggota legislatif (caleg) ke publik.
“Ini untuk memastikan bahwa dukungan pemilih terhadap caleg itu tidak salah,” kata Pengamat Politik Sulut Dr Ferry Liando, belum lama ini.
Menurutnya, kalaupun ada aturan yang membatasi KPU untuk mempublikasikan riwayat hidup caleg, maka harusnya publikasi ini diumumkan langsung oleh caleg.
Membuka riwayat hidup, lanjutnya, akan sangat menguntungkan pemilih, caleg ataupun parpol.
Latar belakang caleg yang penuh pengalaman kepemimpinan yang panjang, penuh prestasi dan dedikasi tentu menjadi referensi positif bagi pemilih.
"Tentu parpol juga akan diuntungkan karena pemilih akan respect jika caleg-caleg yang diajukan parpol memiliki kualitas dan kapasitas. Dari sisi pemilih, tentu diuntungkan, karena memiliki dasar untuk memilih,” ujar Liando. (timmp)
Editor : Tina Mamangkey