Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Microsoft Sadar Diri: Aplikasi Inti Windows 11 Bakal Dibangun Ulang dari Nol

ALengkong • 2026-04-02 09:33:51
Windows 11 (Microsoft)
Windows 11 (Microsoft)

JagoSatu.com - Microsoft akhirnya berencana membangun aplikasi Windows 11 yang 100% native dalam pergeseran besar untuk meninggalkan "web wrapper". Perusahaan telah membentuk tim baru untuk membangun kembali aplikasi dari nol sebagai bagian dari optimalisasi OS yang lebih luas. Langkah ini sudah sangat terlambat, mengingat aplikasi berbasis web seringkali terasa berat dan lamban.

Selama bertahun-tahun, banyak aplikasi inti Windows mengandalkan teknologi web yang boros memori dan kurang responsif. Tim baru ini ditugaskan untuk memimpin pekerjaan tersebut guna memberikan pengalaman pengguna yang jauh lebih baik dan konsisten. Sudah saatnya Microsoft sadar bahwa aplikasi native adalah kunci untuk performa sistem operasi yang benar-benar kencang.

Berdasarkan laporan dari TechSpot, Rudy Huyn, seorang Partner Architect di Microsoft, sedang membangun tim baru yang fokus pada aplikasi Windows. Ia mencari pengembang yang peduli pada pengalaman pengguna tanpa memandang pengalaman platform sebelumnya. Inisiatif merekrut talenta baru ini menunjukkan keseriusan Microsoft untuk merombak total kualitas software bawaan mereka.

Huyn menegaskan di platform X bahwa aplikasi Windows 11 di masa depan akan menjadi "100% native". Komitmen ini sangat menonjol karena aplikasi saat ini seperti Clipchamp dan Copilot masih sangat bergantung pada arsitektur web. Jika janji ini ditepati, kita tidak perlu lagi berhadapan dengan aplikasi yang rakus RAM hanya untuk fungsi sederhana.

Langkah ini diharapkan dapat mengatasi keluhan pengguna soal responsivitas, penggunaan memori, dan ketidakkonsistenan antarmuka yang sudah lama terjadi. Perubahan arah pengembangan ini memberikan harapan baru bagi ekosistem Windows yang sering dikritik karena terasa "setengah matang". Aplikasi native akan membuat Windows 11 terasa jauh lebih modern dan profesional dibandingkan pesaingnya.

Sebagaimana dilaporkan oleh TechSpot, prioritas pengembangan Microsoft sebelumnya sangat condong pada Progressive Web Apps (PWAs) yang menggantikan program native. Namun, strategi tersebut terbukti tidak populer di mata pengguna karena performanya yang sering kali mengecewakan. Memprioritaskan kemudahan pengembangan web di atas kenyamanan pengguna adalah kesalahan besar yang kini sedang diperbaiki.

Contoh nyata kegagalan web wrapper adalah WhatsApp versi Windows 11 yang sempat mengganti framework WinUI native dengan wrapper berbasis Chromium yang lambat. Keputusan tersebut menuai kritik pedas dari pengguna yang lebih menyukai kecepatan aplikasi native sebelumnya. Kejadian WhatsApp ini menjadi pelajaran berharga bahwa kecepatan tidak bisa dikompromi dengan alasan kepraktisan koding.

Tim baru ini muncul saat Microsoft sedang menyiapkan pembaruan besar Windows 11 untuk meningkatkan performa sistem inti. Pembaruan ini menjanjikan waktu peluncuran File Explorer yang lebih singkat dan pemuatan menu konteks yang jauh lebih cepat. Optimasi pada level sistem ini akan percuma jika aplikasinya sendiri masih berbasis web yang lamban.

Dikutip dari TechSpot, menu Start juga akan beralih sepenuhnya ke antarmuka WinUI untuk meningkatkan responsivitas pengguna secara signifikan. Selain itu, pengguna akan mendapatkan fleksibilitas lebih dalam menyesuaikan taskbar, termasuk kemampuan mengubah ukuran dan posisinya. Kembalinya fitur kustomisasi taskbar ini adalah kemenangan besar bagi para pengguna setia Windows 10.

Pledge atau janji untuk membangun kembali aplikasi secara native tampaknya melengkapi tujuan performa antarmuka yang lebih luas di Windows 11. Microsoft ingin membuat sistem operasinya terasa responsif setelah bertahun-tahun penuh dengan perubahan desain yang iteratif dan keluhan. Fokus pada performa mentah adalah hal yang paling dibutuhkan pengguna Windows saat ini.

Pada tahun 2020, Panos Panay pernah mengatakan ingin pengguna "love Windows, not just need it," namun sedikit perubahan nyata yang terjadi. Enam tahun kemudian, kepemimpinan baru Windows tampaknya lebih berniat untuk mengubah sentimen tersebut menjadi tindakan nyata. Cinta memang sulit didapat jika aplikasi kalkulator saja butuh waktu lama untuk terbuka.

Seperti yang dikutip oleh TechSpot, belum jelas aplikasi mana saja yang akan dibangun ulang atau seberapa ketat standar "100% native" ini akan diterapkan. Beberapa aplikasi saat ini yang diklaim native ternyata masih bergantung pada WebView untuk fitur-fitur tertentu di dalamnya. Kita harus tetap skeptis sampai melihat hasil nyata tanpa ada sisa-sisa elemen web yang tersembunyi.

Meskipun detail teknisnya masih minim, penekanan baru ini sudah berhasil menarik perhatian besar dari komunitas pengembang Windows secara global. Transisi ini bisa menandai dimulainya strategi yang lebih kohesif bagi masa depan sistem operasi buatan Microsoft tersebut. Komunitas pengembang butuh arahan yang jelas agar mereka juga mau beralih kembali ke pengembangan native.

Beberapa aplikasi pihak ketiga mungkin akan mengikuti jejak Microsoft jika transisi ke native ini terbukti sukses meningkatkan kepuasan pengguna. Windows 11 butuh identitas yang kuat dan performa yang solid untuk tetap relevan di era komputasi modern saat ini. Persaingan dengan OS lain semakin ketat, sehingga Microsoft tidak boleh lagi bermain-main dengan performa.

Kita semua menunggu apakah tim Rudy Huyn benar-benar bisa menghapus ketergantungan web di Windows 11 secara total atau tidak. Jika berhasil, Windows 11 mungkin akhirnya akan menjadi sistem operasi yang kita cintai, bukan sekadar kita butuhkan. Harapan saya besar agar Windows kembali menjadi OS yang ringan, gegas, dan sangat efisien. (tmtiwow)

Editor : ALengkong
#Microsoft