JagoSatu.com - Samsung kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan terbaru yang menyebutkan adanya potensi kenaikan harga pada sejumlah perangkat flagship mereka. Setelah sebelumnya menahan diri untuk tidak menaikkan harga meski biaya produksi meningkat, kini perusahaan asal Korea Selatan itu dikabarkan mulai mengambil langkah berbeda.
Kenaikan harga ini disebut-sebut akan berlaku untuk beberapa perangkat premium terbaru, termasuk Galaxy Z Fold7, Galaxy Z Flip7, serta Galaxy S25 Edge. Informasi ini pertama kali muncul dari laporan yang menyebutkan bahwa perubahan harga akan mulai diterapkan di Korea Selatan dalam waktu dekat.
Langkah ini diduga berkaitan dengan meningkatnya harga komponen, khususnya chip memori, yang belakangan mengalami lonjakan. Meski sebelumnya Samsung tidak langsung membebankan kenaikan tersebut kepada konsumen, situasi pasar tampaknya mulai memaksa perusahaan untuk melakukan penyesuaian.
Rincian Kenaikan Harga
Berdasarkan laporan yang beredar, berikut estimasi kenaikan harga pada beberapa varian:
- Varian 512GB:
- Naik sekitar KRW 100.000 (± Rp1.050.000)
- Varian 1TB:
- Naik sekitar KRW 200.000 (± Rp2.100.000)
Kenaikan ini tentu menjadi perhatian, terutama bagi konsumen yang berencana membeli perangkat flagship Samsung dalam waktu dekat.
Apakah Berlaku Global?
Meski kenaikan harga ini dikabarkan akan dimulai di Korea Selatan, belum ada konfirmasi apakah kebijakan serupa akan diterapkan di pasar global. Namun, kemungkinan tersebut tetap terbuka.
Sebagai catatan, Samsung sebelumnya juga telah menaikkan harga pada lini Galaxy S26 di beberapa negara saat peluncurannya. Bahkan di Korea Selatan, seluruh model dalam seri tersebut mengalami penyesuaian harga.
Hal ini mengindikasikan bahwa tren kenaikan harga pada perangkat premium Samsung bisa saja berlanjut, tergantung pada kondisi pasar dan biaya produksi ke depan.
(HL)
Editor : ALengkong