WASHINGTON – Penemuan terbaru oleh NASA melalui wahana penjelajah Curiosity, sebuah rover yang beroperasi di Mars, kembali menggeser arah eksplorasi antariksa global. Ilmuwan mendeteksi molekul organik di permukaan Mars yang diyakini sebagai blok kimia dasar kehidupan sekaligus membuka kemungkinan baru dalam pencarian asal-usul kehidupan di luar Bumi.
Dilansir dari The Guardian, Curiosity menemukan tujuh molekul organik di dasar danau purba dekat ekuator Mars. Dari jumlah tersebut, lima molekul dilaporkan belum pernah teridentifikasi sebelumnya di planet tersebut.
"Kami menduga ini adalah materi organik yang telah terawetkan di Mars selama 3,5 miliar tahun. Apakah ini kehidupan? Kami tidak dapat memastikannya," kata Profesor Amy Williams, anggota tim sains NASA yang bekerja pada penjelajahan Curiosity.
Temuan tersebut belum dapat memastikan asal-usul senyawa yang terdeteksi, apakah berkaitan dengan kehidupan mikroba purba atau terbentuk melalui proses geologis maupun hantaman meteorit. Namun, hasil ini mengindikasikan bahwa apabila kehidupan pernah muncul di Mars, jejak kimianya berpotensi masih tersimpan hingga kini.
Baca Juga: Meta Wajibkan Karyawan Rekam Aktivitas Kerja
Sejak mendarat pada 2012, Curiosity menjelajahi Kawah Gale hingga lereng Gunung Sharp di Mars dalam kondisi lingkungan yang sangat ekstrem. Suhu pada malam hari dapat turun hingga di bawah minus 100 derajat Celsius. Sementara atmosfer yang sangat tipis membuat permukaan planet tersebut terpapar radiasi tinggi. Namun, miliaran tahun lalu, para ilmuwan meyakini bahwa Mars memiliki air cair dan atmosfer pelindung.
"Mars memiliki semua kondisi untuk memulai kehidupan saat kehidupan mulai muncul di Bumi. Tidak ada alasan yang diketahui mengapa hal itu tidak terjadi di Mars juga," tutur Profesor Andrew Coates dari Universitas College London.
Ke depan, misi Rosalind Franklin rover milik European Space Agency yang dijadwalkan meluncur pada 2028 diharapkan memberikan jawaban lebih definitif. Rover tersebut akan mengebor hingga kedalaman dua meter dan melakukan analisis lebih canggih untuk menentukan asal-usul molekul organik tersebut. (din/dns)
Editor : Pratama Karamoy