ASML, produsen terbesar peralatan manufaktur chip AI, dijadwalkan melaporkan hasil kinerja kuartalannya pada Rabu (15/7) mendatang, dengan analis memproyeksikan lonjakan laba bersih kuartal kedua sebesar 8,8 persen menjadi 2,61 miliar euro, seiring pendapatan yang diperkirakan naik 14 persen menjadi 8,8 miliar euro. Perusahaan asal Belanda ini kini menjadi perusahaan tercatat paling bernilai di Eropa dengan kapitalisasi pasar mencapai 610 miliar euro atau setara 696 miliar dolar AS.
Lonjakan nilai pasar ASML tersebut didorong oleh ledakan permintaan AI yang mengangkat harga sahamnya hampir 70 persen sepanjang tahun ini, seiring produsen chip memori seperti SK Hynix, Samsung, dan Micron berlomba menambah kapasitas produksi. Pelanggan terbesar ASML, TSMC, yang memproduksi chip untuk Nvidia, turut melakukan ekspansi, sementara pemulihan Intel dan rencana TeraFab milik Elon Musk berpotensi menambah permintaan lebih lanjut ke depan.
Kapasitas Produksi Diperkirakan Sudah Terpesan hingga 2027
Analis dari broker Susquehanna, Mehdi Hosseini, memperkirakan ASML akan mencatatkan hasil kinerja yang melampaui ekspektasi sekaligus menaikkan proyeksi tahunannya. "We expect ASML to have a beat-and-raise earnings report," kata Hosseini, menambahkan bahwa seluruh kapasitas produksi ASML hingga akhir 2027 kemungkinan sudah terpesan penuh oleh para pelanggannya.
Analis dari Morningstar, Javier Correonero, menilai target penjualan ASML sebesar minimal 44 miliar euro pada 2030 kini terlihat terlalu konservatif dibandingkan potensi pertumbuhan sesungguhnya. "It's very reasonable to assume this guidance is outdated," ujar Correonero, memproyeksikan penjualan ASML bisa mencapai 60 miliar euro pada 2030.
Kontrol Ekspor AS ke China Bayangi Prospek Bisnis
Prospek bisnis ASML dibayangi rencana undang-undang Amerika Serikat yang mewajibkan sekutu AS menyelaraskan kontrol ekspor guna membatasi kemampuan China memproduksi chip canggih, dengan ASML disebutkan secara spesifik dalam rancangan legislasi tersebut. Perusahaan telah membantah menjual peralatan EUV paling canggihnya ke China, yang diproyeksikan menyumbang hingga 20 persen penjualan ASML tahun ini lewat pembelian sah peralatan DUV kurang canggih untuk memproduksi chip otomotif, industri, dan elektronik.
Kondisi ini menciptakan dinamika kompleks bagi ASML, di mana permintaan global terhadap peralatan litografi canggih terus meningkat pesat, namun perusahaan harus tetap mematuhi regulasi ekspor yang semakin ketat terhadap pasar China yang selama ini menjadi salah satu kontributor pendapatan signifikan bagi perusahaan.
Satu-Satunya Produsen Mesin EUV Senilai 300 Juta Dolar AS
ASML merupakan satu-satunya produsen sistem litografi EUV, mesin raksasa senilai 300 juta dolar AS yang dibutuhkan untuk memproduksi sirkuit mikro pada chip generasi terkini. Setiap unit mesin tersebut membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk dirakit, menjadi salah satu faktor yang membatasi kecepatan ekspansi infrastruktur AI secara global.
Chief Executive Officer ASML, Christophe Fouquet, menyatakan pada April lalu bahwa perusahaannya berupaya semaksimal mungkin menghindari posisi sebagai bottleneck industri, seperti yang terjadi pada masa pandemi Covid-19. ASML menargetkan pengiriman 60 unit mesin EUV tahun ini dan 80 unit pada tahun depan, dengan klaim secara teoretis mampu mengirimkan hingga 90 unit tanpa perlu menambah kapasitas fisik, meski analis JPMorgan meyakini perusahaan tersebut mampu memproduksi hingga 110 unit.
Cara-Cara Kreatif Penuhi Permintaan Pelanggan
Dalam pernyataan resminya kepada Reuters, ASML menyebut bahwa di luar kapasitas 90 unit tersebut, pihaknya tengah menjajaki cara-cara kreatif untuk membantu pelanggan, termasuk peningkatan pada mesin-mesin lama, perakitan mesin yang lebih cepat, serta instalasi yang lebih singkat. ASML juga mengklaim telah mengamankan pasokan tambahan untuk komponen yang membutuhkan waktu produksi lama, termasuk lensa dan cermin dari pemasok asal Jerman, Zeiss, serta laser berdaya tinggi dari perusahaan Jerman lainnya, Trumpf.
Juru bicara Trumpf, Manuel Thoma, menegaskan kesiapan perusahaannya memenuhi kebutuhan ASML. "We are fully prepared to meet ASML's EUV demand over the next three years," kata Thoma. Sementara itu, Zeiss menolak memberikan komentar terkait kapasitas produksinya, meski perusahaan tersebut diketahui tengah memperluas operasi optik DUV dan EUV mereka.
Perdebatan soal Valuasi Saham ASML
Sejumlah analis mengingatkan bahwa valuasi saham ASML terlihat cukup tinggi, dengan saham perusahaan tersebut diperdagangkan pada rasio 49 kali estimasi laba 2027. Analis KBC, Thomas Couvreur, menyatakan bahwa sebagian besar potensi kenaikan harga saham telah tercermin pada harga saat ini. "We believe much of the upside is reflected in the current price and therefore maintain our 'hold' recommendation," kata Couvreur.
Namun, sejumlah analis lain menilai masih ada ruang bagi kejutan positif mengingat performa saham ASML sejauh ini masih tertinggal dibandingkan indeks acuan Philadelphia Semiconductor Index sepanjang tahun ini. Analis ING, Marc Hesselink, menyebut bahwa hasil kinerja yang kuat dikombinasikan dengan ekspansi kapasitas lebih lanjut berpotensi mendukung saham ASML mengejar ketertinggalan tersebut. "Strong results combined with further capacity expansion could support a catch-up," ujar Hesselink, menutup perdebatan mengenai arah pergerakan saham ASML ke depan.
Sumber : https://www.reuters.com/world/china/chip-toolmaker-asml-expected-shine-light-capacity-china-challenges-2026-07-14/