Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

AI Selangkah Lagi Melampaui Manusia, Ungkap CEO Nvidia

Tina Mamangkey • 2023-12-04 07:54:15
Ilustrasi: Manusia vs AI. (CU Management).
Ilustrasi: Manusia vs AI. (CU Management).

JAGOSATU.COM - Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi sorotan utama dalam diskusi publik akhir-akhir ini, menimbulkan pro dan kontra seiring dengan perkembangannya.

Jensen Huang, CEO Nvidia, menyoroti kemajuan AI yang kini mampu mengejar ketertinggalan manusia.

Pernyataan ini disampaikannya pada pertemuan puncak tahunan DealBook The New York Times.

Huang menjelaskan bahwa kecerdasan umum buatan (AGI), yang merupakan kemampuan komputer untuk melakukan tes sebanding dengan kecerdasan manusia, dapat diharapkan dalam lima tahun ke depan.

"Anda tentu akan melihat AI yang dapat melakukan tes tersebut," ujarnya seperti dilansir dari CNBC Internasional via Gizchina.

Pertumbuhan bisnis Nvidia sendiri sangat pesat, didorong oleh tingginya permintaan akan unit pemrosesan grafis (GPU) bertenaga tinggi.

GPU ini krusial untuk melatih model AI dan menangani beban kerja berat di berbagai sektor industri, termasuk otomotif, arsitektur, elektronik, teknik, penelitian ilmiah, dan aplikasi seperti ChatGPT OpenAI.

Pada kuartal ketiga fiskal Nvidia, pendapatan perusahaan mengalami lonjakan tiga kali lipat, mencapai laba bersih USD 9,24 miliar dibandingkan dengan USD 680 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

CEO Huang juga merenungkan momen pengantaran "superkomputer AI pertama di dunia" ke OpenAI, setelah Elon Musk tertarik dengan perangkat tersebut saat mendengar Huang berbicara di sebuah konferensi.

Huang menyatakan harapannya agar gejolak di OpenAI dapat mereda, mengingat pentingnya tata kelola perusahaan dan mengingatkan tentang perjalanan panjang Nvidia selama 30 tahun.

Huang memperkirakan persaingan di bidang AI akan mendorong pengembangan alat AI siap pakai, yang nantinya dapat disesuaikan oleh perusahaan-perusahaan di berbagai industri.

Ini mencakup desain chip, pembuatan perangkat lunak, penemuan obat, hingga radiologi.

Meskipun ditanya untuk merangking keberhasilan perusahaan di pasar AI, Huang enggan memberikan jawaban.

Dia menambahkan bahwa industri teknologi masih jauh dari mencapai AGI karena pembelajaran mesin saat ini belum dapat melakukan penalaran multilangkah, yang menjadi fokus utama bagi perusahaan dan peneliti.

"Semua orang sedang mengerjakannya. Tidak diragukan lagi bahwa tingkat kemajuannya tinggi.

Apa yang kami sadari saat ini adalah, tentu saja, apa yang dapat kami lakukan saat ini dengan model dan kecerdasan ini saling terkait, namun tidak sama," pungkas Huang. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#AI #Nvidia #Artificial Intelligence