JAGOSATU.COM - Pemilik kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) sering kali merasa khawatir terhadap risiko air, mengingat listrik merupakan sumber energi utama untuk motor listrik.
Hal ini menjadi hambatan dalam adopsi EV di Indonesia, terutama karena curah hujan tinggi yang sering melanda daerah tropis seperti Indonesia, menciptakan genangan dan potensi banjir.
Meskipun begitu, Neta, sebagai salah satu merek EV baru di Indonesia, menawarkan solusi untuk mengatasi ketakutan tersebut.
Januar Eka Sapta, Senior Manager After Sales Neta, memberikan keyakinan bahwa produk Neta V mampu menghadapi banjir.
Dalam sesi test drive dari Jakarta menuju Semarang, Januar menyatakan, "Secara prinsip, keseluruhan mobil kami sebetulnya sudah safety. Karena untuk area baterai misalnya, sudah bersertifikat IP68."
Penggunaan teknologi canggih ini memungkinkan Neta V untuk melewati banjir dengan ketinggian hingga 1,5 meter, dengan catatan mobil tidak terendam statis lebih dari 30 menit.
Januar menekankan, "Kalau hanya melewati banjir aman. Asal nggak diam, stagnan 30 menit, kuat.
Sebelumnya kan di IP67 hanya 1 meter, sekarang di IP68 ditingkatkan sampai 1,5 meter. Jadi lebih aman."
Dalam konteks penggunaan sehari-hari, Januar memastikan bahwa kendaraan ini aman, bahkan jika melewati banjir, selama mematuhi ketentuan IP68.
Ia juga menenangkan kekhawatiran tentang korsleting pada baterai, asalkan baterai tetap utuh dan tidak mengalami kerusakan.
"Semua sudah kami ukur, konsumen tidak perlu khawatir," tegas Januar.
Dengan jaminan keamanan dan ketangguhan Neta V, kendaraan listrik ini mungkin menjadi pilihan menarik bagi mereka yang tinggal di daerah dengan potensi banjir tinggi. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey