JAGOSATU.COM - Ambisi Xiaomi untuk terjun ke pasar kendaraan listrik (Electric Vehicle atau EV) tidak bisa dianggap remeh.
Pada Kamis (28/12), sesuai dengan janji dan jadwal CEO mereka, Lei Jun, Xiaomi akhirnya secara resmi memperkenalkan mobil listrik pertamanya, SU7.
Lei Jun menjelaskan bahwa SU7 diposisikan sebagai "sedan teknologi ekologi performa tinggi kelas C", menawarkan desain ramping, performa mengesankan, dan teknologi terkini.
Perusahaan berkomitmen menciptakan mobil yang bisa bertahan puluhan tahun ke depan.
Mereka membayangkan SU7 tetap terlihat modern bahkan setelah 10 atau 50 tahun.
Menurut informasi dari XiaomiEV, peluncuran mobil listrik pertama Xiaomi ini merupakan upaya serius perusahaan untuk memasuki dunia EV, dengan SU7 langsung dihadirkan sebagai pesaing Tesla Model 3.
SU7 hadir dalam dua varian, yaitu reguler dan Max. Varian Max menawarkan sistem penggerak semua roda ganda yang menghasilkan tenaga sebesar 673 tenaga kuda dan akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam 2,78 detik.
Sementara versi reguler, meski sedikit kurang bertenaga, menawarkan pengaturan penggerak roda belakang motor tunggal dengan waktu 5,28 detik untuk akselerasi 0-100 km/jam.
Varian Max unggul dengan jangkauan CLTC 800 km, berkat baterai CATL Kirin 101 kWh.
Pengisian daya super cepat juga tersedia, dengan jangkauan 220 km hanya dalam 5 menit dan 510 km dalam 15 menit.
Ketika memasuki SU7, pengguna disambut dengan kabin luas dan mewah dengan pemandangan panorama melalui area kaca seluas 5,35 meter persegi.
Layar sentuh 16,1 inci, HUD 56 inci, dan cluster instrumen 7,1 inci menjaga pengguna tetap terinformasi dan terhibur.
Sistem suara 25 speaker dengan Dolby Atmos menjamin pengalaman audio yang imersif.
Xiaomi juga tidak mengorbankan keamanan. SU7 menawarkan rangka hybrid baja-aluminium, tujuh kantung udara, dan sistem pengereman keamanan empat kali lipat.
Mobil ini dilengkapi dengan serangkaian fitur keselamatan aktif, termasuk pengereman darurat otomatis, dan telah meraih peringkat keselamatan 5 bintang.
Xiaomi menekankan integrasi teknologi dan ekologi dalam SU7. Mobil ini dilengkapi dengan sistem terbaru Xiaomi HyperOS yang ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 8295.
Pengguna dapat menikmati fitur konektivitas perangkat lunak tanpa batas, seperti mirroring ponsel atau tablet.
SU7 juga dianggap cocok untuk pengguna perangkat Xiaomi Home IoT. Pengguna dapat menghubungkan dan mengontrol berbagai perangkat pintar di rumah, seperti kamera dan robot penyedot debu, langsung dari mobil.
Meskipun perangkat Xiaomi bekerja lebih baik, Lei Jun mengatakan bahwa bahkan dengan produk Apple, pengguna akan mendapatkan pengalaman luar biasa dengan mobil Xiaomi.
Fitur menarik lainnya adalah mode self-driving bernama Xiaomi Pilot yang ditenagai oleh dua chip Nvidia Orin-X dengan daya komputasi 508 TOPs dan 1 lidar, 3 radar, 11 kamera HD, dan 12 sensor ultrasonik.
Mode ini dapat digunakan untuk fitur mengemudi di jalan raya, parkir mandiri, dan pemanggilan mobil.
Xiaomi SU7 masih dalam tahap pengujian dan rencananya akan resmi diluncurkan pada paruh pertama tahun 2024. Detail harga belum diumumkan.
Pada acara peluncuran, Lei Jun juga menyatakan tujuan ambisius untuk usaha otomotif Xiaomi, yang bertujuan menempatkan perusahaan tersebut di antara lima produsen mobil teratas dalam 15-20 tahun ke depan. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey