Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

BYD Ungkap Kelebihan Daya Tahan dan Keamanan yang Membuat Baterai LFP Pilihan Utama

Tina Mamangkey • 2024-01-23 13:45:38
Ilustrasi: Mobil listrik BYD Dolphin. (RianAlfianto/JawaPos.com).
Ilustrasi: Mobil listrik BYD Dolphin. (RianAlfianto/JawaPos.com).

JAGOSATU.COM - BYD, pabrikan otomotif Tiongkok, telah secara resmi memasuki panggung persaingan mobil listrik di Indonesia.

Meskipun baru-baru ini mengumumkan peluncuran mobil listriknya, BYD telah mendapatkan ketenaran sebelumnya melalui kemitraannya dengan penyedia jasa taksi terbesar di Indonesia, BlueBird.

Mereka menjadi pionir dalam memperkenalkan taksi listrik di jalan-jalan Ibu Kota.

Pekan lalu, BYD secara resmi mengumumkan kehadiran tiga model mobil listriknya di Indonesia: BYD Seal, BYD Dolphin, dan BYD Atto.

Salah satu aspek yang sedang ramai diperbincangkan dalam dunia mobil listrik adalah teknologi dan bahan baku sel baterai, terutama nikel vs LFP (Lithium Ferro-Phosphate).

Kedua istilah ini menjadi perbincangan dalam debat Calon Wakil Presiden pada Minggu (21/1) terkait dengan hilirisasi industri nikel di Indonesia.

Lalu, jenis sel baterai apa yang digunakan BYD pada mobil listrik mereka?

Luther T. Panjaitan, Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia, menjelaskan bahwa BYD cenderung menggunakan baterai LFP daripada sel baterai nikel atau Nickel Manganese Cobalt (NMC).

"BYD (mobilnya) yang kita bawa ke Indonesia, khususnya untuk model Seal, Dolphin, dan Atto, ketiganya menggunakan baterai LFP.

Kenapa menggunakan LFP? Karena kita sudah melalui pengujian panjang di sisi keamanan dan manufakturing kita," ungkap Luther.

Menurut Luther, keputusan BYD untuk memilih baterai LFP didasarkan pada hasil riset dan pengujian panjang di laboratorium mereka.

Menurutnya, baterai LFP lebih aman dibandingkan baterai nikel.

"Pertimbangan paling utama adalah soal safety. Kita menemukan bahwa baterai LFP memiliki tingkat probabilitas dan kemungkinan untuk mencapai suhu panas tertentu yang sangat rendah dibandingkan dengan sel baterai yang lain," tambah Luther.

BYD memilih baterai LFP sebagai pendukung seluruh sistem daya pada mobil listrik buatannya, seiring dengan temuan umum bahwa baterai jenis LFP relatif tidak mudah terbakar dan meledak seperti sel baterai nikel konvensional.

"Di BYD, kita menggunakan teknologi yang kita kembangkan sendiri, yang disebut blade battery.

Meskipun dasarnya LFP, itu berbeda dengan LFP yang ada di luar atau yang dikembangkan oleh pabrikan baterai lainnya.

Perbedaannya terletak pada penyusunannya, sehingga itulah yang membuatnya paling aman menurut riset kami.

Dengan penyusunan yang cermat, kita dapat mencapai keunggulan-keunggulan dari baterai LFP yang menurut kami secara teknis lebih baik dari jenis baterai lainnya," tutup Luther. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#kendaraan listrik #nikel #LFP #ev #baterai #electric vehicle #BYD