JAGOSATU.COM - Baru-baru ini, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa perangkat Android TV murah bisa menjadi sarana untuk kejahatan dunia maya.
Pada bulan Januari, seorang peneliti menemukan bahwa perangkat Android TV murah yang dibelinya dari Amazon, dengan nama singkat T95, telah terinfeksi malware sebelum dikeluarkan dari kemasannya.
Temuan ini telah dikonfirmasi oleh berbagai peneliti lain.
Menurut Tech Radar Pro (21/1), sekelompok peretas telah membangun botnet pada smart TV dan decoder eCos secara diam-diam, kemudian memonetisasi akses tersebut untuk memperoleh kekayaan dalam jumlah besar, seperti yang diingatkan oleh para peneliti.
Dalam penelitian mereka, pakar keamanan Siber dari Qianxin Xlabs menemukan malware dan menamai operasi tersebut sebagai Bigpanzi.
Diperkirakan terdapat sekitar 170.000 bot malware aktif setiap hari dalam operasi ini.
Para peneliti juga memperkirakan adanya potensi kejahatan botnet yang lebih besar, dengan 1,3 juta alamat IP unik terdeteksi sejak Agustus 2023.
Dikutip dari sumber lain, WIRED (21/1), peneliti Human Security menemukan tujuh Set Top Box TV Android dan satu tablet yang terinfeksi malware.
Mereka juga menemukan tanda-tanda infeksi pada 200 model perangkat Android berbeda.
Perangkat yang terlibat dalam masalah ini termasuk T95, T95Z, T95MAX, X88, Q9, X12 PLUS, MXQ Pro 5G, dan tablet J5-W.
Perangkat-perangkat ini sering dijual tanpa merek atau dengan nama yang berbeda, membuatnya sulit untuk dilacak.
Ketika perangkat ini terhubung, sistem mengunduh instruksi dari China dan mulai melakukan "berbagai hal buruk," seperti membuat akun palsu Gmail dan WhatsApp menggunakan koneksi pengguna, hingga menjual akses ke jaringan rumah kepada pihak lain.
Ada juga malware berbasis aplikasi, yang mungkin telah diunduh tanpa sepengetahuan pengguna.
Beberapa aplikasi di Google Play Store terkena dampak malware, dan jika diunduh ke Android TV atau tablet, perangkat tersebut akan terinfeksi.
Google telah menghapus banyak aplikasi terdampak dari Google Play setelah laporan Human Security.
Menurut penelitian perusahaan iklan yang terlibat, terdapat 4 miliar permintaan iklan per hari, dengan 121.000 perangkat Android dan 159.000 perangkat iOS terinfeksi malware.
Aplikasi yang terinfeksi malware telah diunduh sekitar 15 juta kali.
Malware pada perangkat set-top box, khususnya, terbukti sulit untuk ditangani atau dihapus. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey