Dubai, 11 April 2024 - Pemerintah Dubai telah mengambil langkah proaktif dalam mengatasi kondisi panas yang ekstrim dengan menggunakan teknologi hujan buatan.
Dengan suhu yang secara rutin melampaui 115 derajat Fahrenheit, pemerintah memutuskan untuk mengendalikan cuaca yang sangat panas tersebut.
Dilansir dari artikel-artikel terbaru, para ilmuwan di Uni Emirat Arab membuat hujan secara buatan dengan menggunakan muatan listrik dari drone untuk memanipulasi cuaca dan memaksa terjadinya hujan di seluruh negara gurun tersebut.
Metode baru penyemaian awan ini menunjukkan harapan dalam membantu mengurangi kondisi kekeringan di seluruh dunia, tanpa banyak masalah lingkungan seperti metode sebelumnya yang melibatkan flare garam.
Secara tahunan, Uni Emirat Arab menerima sekitar 4 inci hujan per tahun.
Pemerintah berharap bahwa secara teratur menyerang awan untuk menghasilkan hujan akan membantu meringankan beberapa gelombang panas tahunan negara tersebut.
Menurut penelitian dari University of Reading di Inggris, para ilmuwan menciptakan badai menggunakan drone, yang menyerang awan dengan listrik, menciptakan tetesan hujan besar.
Tetesan hujan yang lebih besar sangat penting di negara panas ini, di mana tetesan kecil sering menguap sebelum mencapai tanah.
"Perlu diingat bahwa kemampuan kita untuk memanipulasi cuaca kecil dibandingkan dengan kekuatan alam," kata wakil kanselir Robert Van de Noort. "Kita harus sadar bahwa kami sebagai sebuah universitas memiliki peran besar dalam hal ini, dengan bekerja dengan mitra global untuk memahami dan membantu mencegah dampak buruk dari perubahan iklim."
Uni Emirat Arab menjadi salah satu negara di wilayah Teluk yang menggunakan teknologi penyemaian awan, menurut Pusat Meteorologi Nasional.
Sebuah versi dari konsep tersebut digunakan di setidaknya delapan negara bagian di barat Amerika Serikat.
Sementara itu, langkah-langkah Dubai dalam menggunakan teknologi hujan buatan seperti ini adalah bagian dari upaya terus-menerus untuk mengatasi suhu yang semakin meningkat dan pasokan air yang semakin menurun di negara tersebut.