Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Gokil! Smartwatch Bisa Jadi Alat Curi Data, Ide Hacker Ala Film Mission: Impossible!

Toar Rotulung • 2025-06-18 10:08:10
Ilustrasi Penyerangan SmartAttack
Ilustrasi Penyerangan SmartAttack

JagoSatu.com - Para peneliti di Universitas Ben-Gurion baru saja menciptakan "serangan air-gap" teoritis baru yang mereka sebut SmartAttack. Idenya? Memanfaatkan smartwatch sebagai penerima rahasia sinyal ultrasonik untuk mencuri data dari sistem yang seharusnya aman dan air-gapped! Ini benar-benar terdengar seperti plot film Mission: Impossible yang dibuang, tapi fakta bahwa seseorang sampai memikirkan ide ini sungguh menakutkan sekaligus brilian.

Sistem yang di-air-gap itu seharusnya menjadi benteng data yang sangat aman, karena secara fisik terisolasi dari jaringan eksternal. Namun, makalah yang dipimpin oleh Mordechai Guri ini menunjukkan bahwa smartwatch adalah "vektor serangan yang belum dieksplorasi namun efektif." Metode ini memanfaatkan mikrofon internal smartwatch untuk menangkap frekuensi ultrasonik yang tidak terdengar (18-22 kHz), seperti dilaporkan oleh tomshardware.com. Kecerdikan menggunakan mikrofon kecil di pergelangan tangan untuk mencuri data memang menarik, tapi juga menunjukkan "hal lain yang perlu dikhawatirkan" bagi para profesional keamanan.

Untuk melancarkan serangan ini, penyerang pertama-tama harus menyusup ke jaringan yang di-air-gap dan menanamkan malware. Malware tersebut kemudian akan mengumpulkan informasi sensitif — seperti ketikan keyboard, kunci enkripsi, atau data biometrik — dan menyebarkannya melalui speaker komputer sebagai sinyal ultrasonik. Oh, dan smartwatch karyawan juga perlu disusupi. Jadi, Anda perlu menyelundupkan malware ke sistem yang sepenuhnya terisolasi DAN menyusupi perangkat pribadi karyawan? Ya, rintangan praktisnya di sini sangat tinggi.

Meskipun uji lab berhasil (sampai jarak 6 meter dengan kecepatan 50 bit per detik!), implementasi di dunia nyata "sangat sulit." Faktor-faktor seperti posisi, penerimaan sinyal, dan gerakan konstan smartwatch yang dipakai di pergelangan tangan sangat membatasi pencurian data, seperti dikutip tomshardware.com. Mari kita realistis, dengan kecepatan 50 bit per detik, Anda akan butuh berminggu-minggu cuma buat mencuri data yang substansial; ini jelas bukan pencurian data high-speed.

Meski begitu, para peneliti tetap menanggapi serangan ini dengan cukup serius hingga mengusulkan mitigasi. Ini termasuk melarang smartwatch dan perangkat audio sejenis di lingkungan yang aman, menerapkan sistem pemantauan ultrasonik, atau bahkan menggunakan "pengacauan ultrasonik" dan "firewall ultrasonik." Meskipun serangan ini sangat spesifik, gagasan untuk menerapkan "firewall ultrasonik" demi melindungi dari smartwatch terdengar seperti sesuatu yang diambil langsung dari novel cyberpunk!

Gimana menurut kalian, seberapa besar sih kemungkinan serangan SmartAttack ini benar-benar terjadi di dunia nyata? Dan ide tentang "firewall ultrasonik" itu, apakah mind-blowing atau malah bikin geleng-geleng kepala? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#serangan #Rahasia #gap #ben #mission: impossible #menciptakan #smartwatch #Penerima #gurion #Mencuri Data #sistem #teoritis #ultrasonik #air #sinyal #universitas #peneliti