Jagosatu.com - Peneliti dari Tiongkok dan Hong Kong telah membuat gebrakan besar di dunia kesehatan dengan menciptakan robot berukuran super kecil yang bisa masuk ke dalam hidung.
Robot ini disebut sebagai nano-robot, karena ukurannya hanya beberapa mikrometer—lebih kecil dari sebutir debu.
Nano-robot ini dimasukkan ke dalam tubuh melalui lubang hidung dan akan bekerja langsung di bagian sinus yang terinfeksi.
Mereka bergerak dalam kelompok yang disebut swarm, artinya robot-robot ini bekerja sama seperti semut atau lebah.
Menurut laporan dari The Guardian, robot ini bisa dipandu menggunakan medan magnet dan sinar cahaya khusus.
Fungsi utama mereka adalah menghasilkan reactive oxygen species (ROS), yaitu senyawa kimia yang bisa membunuh bakteri dan membersihkan nanah.
Beda dari pengobatan biasa, teknologi ini tidak perlu operasi, dan tidak memakai obat antibiotik.
Nano-robot ini dibuat dari bahan bernama copper-doped bismuth oxyiodide (CBMR), yang bersifat fotokatalitik—artinya bisa bekerja saat disinari cahaya.
Dilansir dari Phys.org, ketika robot ini masuk ke dalam tubuh, mereka akan mencari area yang terinfeksi dan mulai bekerja secara otomatis.
ROS yang dihasilkan robot mampu menembus biofilm, yaitu lapisan pelindung bakteri yang biasanya sulit dihancurkan oleh antibiotik biasa.
Selain itu, panas dari sinar yang dipantulkan robot bisa membantu mencairkan lendir atau nanah yang menyumbat sinus.
Baca Juga: Amazon Perkenalkan Vulcan: Robot Pertama Mereka dengan 'Indra Peraba'
Menurut laporan dari China Daily, pengujian dilakukan pada hewan seperti kelinci dan babi, dan hasilnya sangat menjanjikan.
Tidak ditemukan kerusakan jaringan setelah prosedur dilakukan, sehingga dinilai aman untuk uji coba lanjutan.
Robot-robot ini juga bisa keluar sendiri dari tubuh melalui lendir atau bersin, tanpa harus diambil lagi.
Para ilmuwan menyebut teknologi ini sebagai non-invasif, yang artinya tidak perlu membuka bagian tubuh atau pembedahan.
Teknologi ini juga disebut bebas obat, karena tidak memerlukan antibiotik yang sering menimbulkan efek samping.
Jika diuji berhasil pada manusia, metode ini bisa membantu jutaan penderita sinusitis kronis yang sering kambuh dan sulit sembuh.
Para peneliti berharap dalam waktu 5 sampai 10 tahun ke depan, teknologi ini sudah bisa digunakan di rumah sakit seluruh dunia.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science Robotics, yang meneliti teknologi robotik medis terbaru.
Dengan kemajuan ini, dunia medis punya harapan besar untuk mengatasi infeksi tanpa harus mengandalkan operasi atau obat-obatan keras lagi.
(rm)
Editor : ALengkong