Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pesaing Baru NVIDIA & AMD? Tiongkok Punya GPU Gaming Sendiri!

Toar Rotulung • 2025-07-30 10:14:20
Tampak Lisuan 7G106
Tampak Lisuan 7G106

JagoSatu.com - Dunia kartu grafis kembali diramaikan dengan kehadiran pemain baru yang datang dari lokasi tak terduga. Sebuah perusahaan rintisan asal Tiongkok, Lisuan Technology, baru saja memperkenalkan GPU gaming pertama buatan dalam negeri mereka, yaitu 7G106. Kartu grafis ini menjadi tonggak sejarah penting bagi industri teknologi Tiongkok yang berambisi menciptakan alternatif mandiri dari dominasi raksasa global. Dibangun di atas proses 6nm TSMC dengan arsitektur TrueGPU, kartu ini sudah mendukung API modern seperti DirectX 12. Meskipun ada catatan penting, yaitu absennya fitur ray tracing, peluncuran ini tetap menjadi sebuah langkah besar.

Sekarang, mari kita bedah spesifikasinya. Lisuan 7G106 dibekali 192 texture unit, 96 raster unit, dan dukungan memori GDDR6 hingga 12GB pada antarmuka 192-bit. Secara teori, performa FP32-nya mampu menyentuh angka impresif 24 TFLOP/detik, serta sudah memiliki dekoder AV1 dan HEVC yang dipercepat perangkat keras hingga resolusi 8K60. Kartu ini terhubung melalui slot PCIe 4.0 x16 dan menyediakan empat buah output DisplayPort 1.4. Namun, ada keunikan di sini: tidak ada port HDMI, sebuah keputusan yang kemungkinan besar diambil untuk menekan biaya lisensi, meskipun terasa janggal untuk produk konsumen.

Menariknya, Lisuan tidak hanya berhenti di pasar konsumen. Mereka juga tengah menyiapkan varian profesional, 7G105, yang akan dibekali memori GDDR6 24GB dengan ECC untuk kebutuhan workstation. Selain itu, versi konsumen 7G106 pun hadir dengan fitur virtual GPU (vGPU) yang mendukung hingga 16 kontainer SR-IOV. Ini adalah fitur canggih yang menunjukkan fleksibilitas kartu ini di luar gaming, membuka peluang untuk penggunaan di server, virtualisasi, bahkan metaverse. Langkah ini mengisyaratkan bahwa Lisuan berpikir jangka panjang, tidak hanya mengejar frame rate semata.

Lalu, bagaimana dengan performanya? Nah, di sinilah ceritanya menjadi sedikit rumit. Lisuan sempat mendemonstrasikan game Black Myth: Wukong yang berjalan di resolusi 4K High dengan frame rate yang disebut "dapat dimainkan", namun tidak ada angka FPS spesifik yang diungkap. Dalam pengujian sintetis, 7G106 meraih skor 26.800 di 3DMark Fire Strike dan 111.290 di Geekbench 6.4.0 OpenCL. Seperti yang dilaporkan oleh VideoCardz.com, skor Geekbench tersebut sekitar 10% lebih unggul dari RTX 4060. Namun, skor Fire Strike-nya justru berada di bawah kartu grafis modern seperti NVIDIA RTX 4060 dan AMD Radeon RX 7600 XT. Hasil yang campur aduk ini menunjukkan bahwa 7G106 jelas bukan pesaing di kelas atas.

Dengan produksi massal yang dijadwalkan baru akan dimulai pada bulan September, berbagai detail penting seperti harga, tanggal rilis resmi, dan kecepatan clock final masih menjadi misteri. GPU ini memang bukan pemecah rekor, namun berpotensi besar untuk mengisi celah di pasar entry-level, terutama di Tiongkok. Jika dibandingkan dengan rintisan lain seperti Moore Threads yang performanya kurang memuaskan saat rilis, pendekatan Lisuan terasa lebih realistis dengan target performa yang lebih terukur dan dukungan API yang lebih luas. Ini adalah sebuah langkah awal yang solid untuk industri semikonduktor Tiongkok.

Nah, menurut kalian, apakah GPU ini punya masa depan? Mampukah ia bersaing setidaknya di pasar kelas bawah dengan absennya HDMI dan performa yang masih campur aduk? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#pemain baru #Tiongkok #buatan dalam negeri #GPU Gaming #kartu grafis #Ray Tracing #perusahaan rintisan #Grafis #Pertama #TSMC #DirectX #kartu #industri teknologi