JagoSatu.com - Bagaimana kalau ternyata, riwayat percakapan kamu dengan ChatGPT yang kamu anggap privat ternyata bisa jadi tontonan publik di Google? Ini bukan lelucon. Sebuah fitur yang kini untungnya telah dinonaktifkan, ternyata memungkinkan beberapa percakapan pengguna dapat ditemukan melalui mesin pencari. Siapa pun bisa menggunakan filter pencarian khusus untuk menemukan transkrip obrolan nyata yang dilakukan orang-orang dengan bot tersebut. Ini adalah sebuah kesalahan privasi yang fatal, dan sungguh gila membayangkan fitur semacam ini pernah diaktifkan.
Konten obrolan yang terekspos ini bukanlah hal sepele. Seperti yang dilaporkan oleh lifehacker.com, hasil pencarian bahkan mengungkap seorang pengguna yang meminta bantuan ChatGPT untuk mengirimkan CV untuk sebuah pekerjaan spesifik, yang datanya kemudian bisa dilihat oleh siapa saja. Lebih parahnya lagi, menurut lifehacker.com, percakapan lain yang bocor terdengar seperti berasal dari forum anonim yang penuh keluh kesah personal—jenis percakapan yang pastinya tidak ingin Anda kaitkan dengan nama asli Anda. Tingkat detail yang terekspos ini benar-benar mengkhawatirkan dan menjadi bukti betapa banyak informasi pribadi yang orang-orang percayakan pada bot, dengan asumsi semuanya aman.
Tunggu dulu, sebelum Anda panik dan menghapus semua riwayat percakapan, ada sedikit kabar baik. OpenAI telah menonaktifkan kemampuan mesin pencari untuk mengindeks obrolan dari fitur ini. Jadi, percakapan yang Anda mulai sekarang setidaknya aman dari masalah spesifik ini. Penting untuk dicatat, obrolan yang bocor tersebut berasal dari pengguna yang secara sadar memilih fitur "berbagi" eksperimental. Alasan resmi OpenAI adalah mereka sedang "menguji cara untuk mempermudah berbagi percakapan yang bermanfaat." Meskipun niatnya terdengar bagus, menjadikan percakapan itu bisa dicari publik adalah ide yang sangat buruk dari sudut pandang privasi.
Insiden ini merupakan kombinasi sempurna antara fitur yang cacat desain dan kelalaian pengguna. Namun, ini juga menjadi pengingat keras akan masalah yang jauh lebih besar: chatbot pada dasarnya tidak pernah privat. Perusahaan teknologi lain seperti Meta juga memiliki sistem serupa untuk AI mereka. Anda harus selalu berasumsi bahwa perusahaan di balik bot tersebut menggunakan obrolan Anda untuk melatih model mereka, bahkan jika Anda sudah menonaktifkan beberapa pengaturan privasi. Anda harus memperlakukan setiap interaksi dengan bot seolah-olah sedang dibaca oleh banyak orang, karena kemungkinan besar memang begitu.
Kenyataan pahit ini ditegaskan langsung oleh CEO OpenAI, Sam Altman. Dalam sebuah wawancara, ia mengingatkan bahwa obrolan dengan terapis atau pengacara memiliki "hak istimewa hukum", tetapi percakapan dengan ChatGPT sama sekali tidak. Intinya sudah sangat jelas: jangan pernah, sekali pun, menggunakan chatbot untuk hal-hal yang bersifat sensitif atau sangat pribadi. Potensi kebocoran privasi, baik disengaja maupun tidak, terlalu tinggi risikonya. Seluruh situasi ini adalah sebuah peringatan keras yang harus kita semua perhatikan.
Sekarang kami ingin mendengar pendapatmu. Apakah kamu pernah berbagi informasi yang agak personal dengan ChatGPT? Setelah mengetahui hal ini, apakah kamu akan lebih berhati-hati? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung