Jagosatu.com - Dunia teknologi dikejutkan dengan pengumuman Microsoft soal komputer optik analog.
CEO Microsoft, Satya Nadella, langsung merayakan pencapaian ini melalui akun X pribadinya.
Ia menyebut temuan ini bisa jadi jalan baru untuk menyelesaikan masalah nyata yang kompleks.
Komputer optik analog berbeda dengan komputer digital biasa yang kita pakai setiap hari.
Jika komputer digital memakai arus listrik 0 dan 1, komputer optik memanfaatkan cahaya untuk menghitung.
Baca Juga: USA vs World Kembali! NBA Resmi Rombak All-Star Demi Penonton yang Hilang
Dengan cahaya, komputer bisa bekerja jauh lebih cepat dan lebih hemat energi.
Satya Nadella menegaskan bahwa teknologi ini adalah lompatan besar dalam dunia komputasi.
Riset Microsoft ini bahkan sudah diterbitkan di jurnal ilmiah bergengsi Nature.
Publikasi di Nature menandakan bahwa hasil penelitian ini diakui secara global oleh komunitas ilmiah.
Banyak pakar menilai teknologi ini bisa melengkapi sekaligus menyaingi AI konvensional.
Microsoft menjelaskan bahwa komputer optik analog berhasil diuji pada dua masalah praktis.
Salah satunya berkaitan langsung dengan beban kerja AI yang sangat berat.
Beban kerja AI biasanya membutuhkan superkomputer dengan energi besar untuk bisa dijalankan.
Komputer optik analog hadir untuk mengurangi kebutuhan energi tersebut.
Menurut para peneliti, teknologi ini bisa menjadi solusi krisis energi di dunia AI.
Hackster.io menyebut komputer optik mampu menyelesaikan hitungan kompleks dengan lebih efisien.
Blockchain.News menambahkan, komputer ini menjanjikan efisiensi besar dalam pemecahan masalah AI.
TradersUnion menyebut langkah ini bisa menjadikan Microsoft pionir dalam komputasi optik global.
Satya Nadella tampak bangga dengan tim peneliti yang membuat terobosan ini.
Ia menulis di X, “Our breakthrough work on an analog optical computer points to new ways to solve complex real-world problems.”
Kalimat itu memperlihatkan optimisme Nadella atas masa depan teknologi ini.
Teknologi ini bisa menjadi jembatan menuju era baru komputasi setelah digital dan quantum.
Microsoft juga menilai komputer optik akan berdampak besar pada industri AI generatif.
Artinya, pembuatan model AI besar seperti ChatGPT bisa jadi lebih cepat dan lebih hemat biaya.
Komputer optik juga disebut lebih ramah lingkungan karena membutuhkan daya lebih rendah.
Banyak pengamat percaya Microsoft sedang menyiapkan strategi jangka panjang lewat riset ini.
Jika teknologi ini bisa dikomersialisasikan, Microsoft bisa selangkah di depan pesaingnya.
Perusahaan seperti Google dan Amazon tentu akan memperhatikan langkah Microsoft ini.
Namun para peneliti mengingatkan bahwa teknologi ini masih tahap awal.
Meski begitu, publikasi di Nature jadi bukti kuat bahwa hasilnya sangat menjanjikan.
Dunia kini menunggu bagaimana Microsoft membawa komputer optik ini keluar dari laboratorium.
Satu hal yang jelas, Satya Nadella ingin menunjukkan bahwa Microsoft bukan hanya mengikuti tren.
Tapi juga menciptakan tren baru dalam dunia teknologi global.
vyr
Editor : Toar Rotulung