Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Nvidia Terancam Denda Miliaran! China Ungkap Pelanggaran Antimonopoli Besar‑Besaran

ALengkong • 2025-09-16 21:46:18

Nvidia dituding langgar aturan merger di China. Apakah dominasi chip AI akan runtuh?
Nvidia dituding langgar aturan merger di China. Apakah dominasi chip AI akan runtuh?

Jagosatu.com - China lewat State Administration for Market Regulation (SAMR) menyatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan Nvidia melanggar undang‑undang antimonopoli di negeri tersebut.

Pelanggaran ini terkait akuisisi Mellanox Technologies oleh Nvidia senilai US$6,9 miliar pada 2020 yang disetujui secara kondisional oleh otoritas China.

Menurut Reuters pengesahan itu menuntut Nvidia menjaga pasokan chip ke pasar Tiongkok sebagai bagian dari komitmen persetujuan merger.

China sejak Desember 2024 mulai mengusut dugaan pelanggaran tersebut.

Regulator menyatakan Nvidia diduga tidak memenuhi beberapa syarat yang telah ditetapkan dalam persetujuan merger Mellanox tersebut.

Salah satu syaratnya adalah bahwa GPU kelas atas tetap tersedia di pasar China tanpa diskriminasi.

Namun setelah adanya pembatasan ekspor chip dari pemerintah AS, Nvidia mulai menyesuaikan produknya, termasuk chip H20, yang diduga membuatnya tidak bisa memenuhi komitmen.

Jika terbukti bersalah, Nvidia bisa dikenai denda sesuai hukum antimonopoli China antara 1% hingga 10% dari penjualan tahunan perusahaan.

Baca Juga: Amazon Siap Guncang Dunia! Intip Perangkat Baru di Fall Hardware Event 2025

Pasar merespons berita ini dengan penurunan saham Nvidia sekitar 2% di sesi pra‑pembukaan.

Nvidia menanggapi dengan menyatakan bahwa mereka mematuhi semua hukum yang berlaku dan akan terus bekerja sama dengan badan pengawas terkait

Beijing menekankan bahwa penyelidikan tersebut masih berlangsung dan hasil akhirnya belum diumumkan secara lengkap.

Isu ini juga muncul di tengah pembicaraan dagang antara AS dan China yang berlangsung di Madrid, di mana teknologi chip dan ekspor semikonduktor menjadi salah satu topik utama.

Analis menyebut bahwa langkah China bisa dianggap sebagai tekanan politik dalam konteks perang dagang teknologi antara kedua negara.

Ada kekhawatiran bahwa jika China memaksakan sanksi yang berat, hal ini bisa memicu pengaruh besar terhadap rantai pasokan chip global.

Selain denda, China mungkin meminta Nvidia melakukan perubahan dalam cara distribusi atau cara bisnis agar memenuhi kondisi yang disepakati.

Nama Mellanox penting karena produknya yang berhubungan dengan jaringan data (networking) dan pusat data (data centers) menjadi bagian dari bundel produk Nvidia.

AMD dan perusahaan chip lain akan memantau kasus ini karena hasilnya bisa mempengaruhi peraturan dan persaingan di pasar teknologi tinggi.

China sebelumnya juga pernah menyelidiki perusahaan teknologi AS lain terkait isu antimonopoli dan diskriminasi pasar.

Regulator China belum menyebutkan berapa besar denda spesifik atau bentuk hukuman lainnya jika Nvidia terbukti melanggar.

Bagi Nvidia, pasar China sangat penting karena menghasilkan pendapatan yang cukup besar dari bisnis chip dan AI.

Ketidakpastian regulasi dan politik bisa membuat investor khawatir dan mempengaruhi keputusan pembeli chip di Asia.

China juga mempertanyakan keamanan chip H20 yang spesifik untuk pasar China dan apakah ada risiko keamanan data atau pintu belakang (backdoor) yang tersembunyi.

Publik dan perusahaan teknologi di China sedang memperhatikan dengan seksama kasus ini karena bisa jadi preseden bagi regulasi antimonopoli di era AI yang makin dominan.

Kasus ini kemungkinan akan terus berkembang dalam beberapa bulan ke depan hingga China mengeluarkan putusan final. (KT)

Editor : ALengkong
#Nvidia #antimonopoli #Mellanox #Teknologi #China #AI Chips