Jagosatu.com - Kekacauan besar terjadi di sejumlah bandara utama Eropa setelah sistem check-in otomatis dilaporkan mengalami gangguan besar.
Gangguan ini diyakini akibat serangan siber yang menargetkan sistem Multi-User System Environment atau MUSE milik Collins Aerospace.
MUSE adalah sistem penting yang digunakan untuk check-in dan penanganan bagasi di banyak bandara dan maskapai di Eropa.
Akibatnya, penerbangan di Bandara Heathrow London, Bandara Brussels, Berlin Brandenburg, dan Dublin terganggu parah.
Menurut Reuters, lebih dari 130 penerbangan di Heathrow mengalami penundaan setidaknya 20 menit hanya dalam satu pagi.
Bandara Brussels bahkan meminta maskapai untuk membatalkan setengah dari seluruh penerbangan hari Minggu dan Senin.
Dikutip dari AP News, penumpang di Berlin dan Dublin juga mengalami antrean panjang karena sistem otomatis tidak bisa digunakan.
Maskapai seperti Aer Lingus ikut terdampak karena sistem check-in mereka sepenuhnya bergantung pada jaringan MUSE.
Baca Juga: Remaja 19 Tahun Anggota Geng Hacker Scattered Spider Ditangkap!
Sebagai langkah cepat, bandara mulai mengaktifkan sistem manual dan menambah staf di konter untuk melayani penumpang.
Namun, cara manual ini tentu lebih lambat dan menimbulkan kepadatan di terminal keberangkatan.
Sejumlah penumpang mengaku kebingungan dan frustrasi karena informasi dari pihak bandara sangat terbatas.
Dilansir dari TechCrunch, dugaan kuat bahwa insiden ini adalah hasil serangan siber yang direncanakan secara cermat.
Pihak Collins Aerospace belum merilis informasi resmi soal siapa yang berada di balik serangan ini.
Pakar keamanan siber menyebut serangan terhadap sistem vital seperti ini bisa berdampak besar bagi keselamatan publik.
Belum ada konfirmasi apakah data penumpang juga ikut terdampak oleh serangan tersebut.
Para penumpang diminta untuk tiba lebih awal dari biasanya dan mempersiapkan kemungkinan penundaan tambahan.
Kondisi ini juga mengakibatkan perubahan jadwal besar-besaran pada sistem penerbangan di seluruh Eropa.
Dilaporkan oleh The Guardian, otoritas penerbangan dan keamanan Eropa sedang menyelidiki insiden ini secara mendalam.
Banyak pihak meminta peningkatan keamanan digital untuk sistem penerbangan agar kejadian serupa tidak terulang.
Insiden ini menjadi peringatan serius bagi industri penerbangan global terkait pentingnya sistem keamanan siber.
Hingga kini belum jelas kapan sistem akan kembali normal sepenuhnya di semua bandara yang terdampak.
Serangan ini membuka mata banyak pihak tentang betapa rapuhnya sistem digital yang menopang layanan publik penting seperti transportasi udara. (KT)
Editor : ALengkong