JagoSatu.com - ASUS akhirnya turun tangan memperbaiki masalah performa yang bikin 'penyakit' di laptop gaming ROG mereka. Langkah ini diambil setelah investigasi independen mengungkap borok ini ke publik.
Masalahnya berupa 'stuttering' atau performa patah-patah di banyak laptop ROG. ASUS mengaku telah menerima banyak keluhan dari komunitasnya soal masalah yang nyebelin banget ini.
Dilansir oleh notebookcheck.net, investigasi menemukan model ROG Scar, Strix, dan Zephyrus keluaran 2021 ke atas terdampak. Ini menunjukkan banyak laptop yang kinerjanya nggak maksimal.
Anehnya, laptop TUF Gaming seperti A14 aman dari masalah ini, meski hardware-nya mirip. Dilaporkan oleh notebookcheck.net, ini jadi tamparan keras bagi citra premium seri ROG.
Akar masalahnya ternyata ada di 'firmware ACPI yang nggak di-coding dengan benar'. Firmware ini membuat penggunaan CPU tidak efisien, menyebabkan latensi tinggi dan performa anjlok.
Dikutip dari notebookcheck.net, Linus Sebastian bahkan membuat video khusus soal ini. Ia menjelaskan bahwa firmware yang buruk membuat CPU tidak bekerja efisien, menyebabkan performa ampas.
Masalah ini menimpa semua model yang terdampak, nggak peduli seberapa dewa spesifikasinya. Punya GPU kencang pun percuma jika software dasarnya bermasalah dan bikin performa jadi anjlok.
ASUS kini mulai merilis update BIOS beta untuk mengatasi masalah ini, dimulai dari ROG Zephyrus M16 2023. Perbaikan via BIOS beta memang agak bikin was-was, tapi patut diapresiasi.
Dilaporkan oleh notebookcheck.net, perbaikan ini baru tersedia untuk ROG Strix Scar 15 (G533ZW) dan Zephyrus M16 (GU604VI) keluaran 2023. Nasib model lain masih belum jelas.
Pihak ASUS menekankan kalau update BIOS ini statusnya masih beta. Jadi, lebih bijak menunggu versi final yang stabil sebelum nekat meng-installnya di laptop andalanmu.
Sayangnya, ASUS belum memberikan jadwal resmi kapan perbaikan untuk model lain akan dirilis. Menggantung nasib pelanggan seperti ini jelas bukan langkah yang bagus untuk citra mereka.
Kasus ini jadi pengingat penting soal risiko bergantung pada firmware buatan pabrikan. Ini bukti bahwa laptop gaming premium sekalipun bisa punya kelemahan mendasar yang fatal.
Semoga ASUS bisa bergerak cepat dan transparan dalam memperbaiki semua laptop ROG yang terdampak. Ini adalah momen krusial yang akan menentukan reputasi brand premium mereka ke depannya.
Ini adalah pelajaran berharga bagi semua, baik produsen maupun konsumen. Sebuah pengingat bahwa hardware kencang tanpa software yang solid hanyalah omong kosong belaka.
Nah, gimana menurut kalian? Apakah kasus ini bikin kalian jadi ragu buat beli laptop ROG di masa depan? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung