Jagosatu.com - Teknologi jaringan internet semakin berkembang pesat, terutama untuk mendukung layanan masa depan seperti Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR).
Para peneliti baru saja memperkenalkan cara baru memakai kecerdasan buatan di tepi jaringan (EdgeAI) untuk bikin internet lebih cepat dan stabil.
Riset ini diterbitkan di jurnal ilmiah IEEE Access pada Mei 2025, dengan melibatkan peneliti dari Taiwan, Iran, dan Universitas Klabat di Manado
Mereka meneliti bagaimana NGEPON (Next-Generation Ethernet Passive Optical Network) dan jaringan B5G (Beyond 5G) bisa bekerja sama untuk mengatasi kebutuhan internet masa depan.
Kebutuhan ini muncul karena semakin banyak orang memakai perangkat seperti Apple Vision Pro dan Meta Quest 3 yang haus bandwidth
Bayangkan main game VR atau nonton film 8K tanpa buffering, semua itu butuh jaringan super cepat dan stabil.
Di sinilah teknologi EdgeAI dengan transfer learning dipakai untuk mengatur prioritas trafik internet.
Sederhananya, EdgeAI bisa memprediksi mana data yang harus diprioritaskan biar internet tetap lancar.
Teknik ini dinamakan EdgeAI_DBA, yaitu Dynamic Bandwidth Allocation berbasis AI.
Simulasi menunjukkan sistem ini bisa memangkas delay data jadi kurang dari 1 milidetik untuk aplikasi VR dan AR.
Selain itu, tingkat kehilangan data (packet drop) juga jauh lebih rendah dibanding metode lama.
Menurut hasil uji coba, throughput jaringan atau kemampuan menyalurkan data jadi meningkat signifikan.
Ini artinya, menonton video 8K atau bermain game online bakal terasa mulus tanpa gangguan.
Peneliti juga menekankan, metode ini hemat energi karena bisa menyesuaikan beban jaringan dengan cerdas.
Jika trafik rendah, sistem otomatis menurunkan penggunaan daya, tapi tetap menjaga kualitas internet.
Bagi anak-anak muda yang suka main game online, teknologi ini bisa jadi kabar baik karena artinya ping bakal lebih stabil.
Buat dunia pendidikan, VR dan AR bisa dipakai di kelas tanpa takut lag, sehingga pengalaman belajar jadi lebih seru.
Ke depan, teknologi ini diprediksi akan jadi pondasi utama dalam pengembangan metaverse dan internet imersif.
Apalagi, riset ini melibatkan kampus lokal dari Indonesia, yakni Universitas Klabat, yang ikut berkontribusi besar dalam penelitian internasional ini.
Dengan langkah ini, Indonesia juga ikut ambil bagian dalam riset global menuju internet masa depan.
Kalau teknologi ini benar-benar dipakai, bukan tidak mungkin kita semua bisa menikmati internet super cepat tanpa batas.
Masa depan digital ada di depan mata, dan EdgeAI bisa jadi kuncinya.
(DB)
Editor : Toar Rotulung