Jagosatu.com - Presensi mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses perkuliahan.
Namun, di Universitas Klabat, proses absensi yang masih manual dinilai tidak efisien dan rawan kecurangan.
Masalah seperti “titip absen” sering kali terjadi, terutama di kelas besar dengan jumlah mahasiswa yang banyak.
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Klabat mengembangkan aplikasi presensi berbasis QR-Code.
Penelitian ini dipublikasikan dalam Cogito Smart Journal edisi Desember 2021.
Aplikasi tersebut dirancang untuk mempercepat proses presensi sekaligus meminimalkan potensi kecurangan mahasiswa.
Dikembangkan menggunakan React Native untuk tampilan (front-end) dan Firebase sebagai sistem penyimpanan data (back-end).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall.
Model ini digunakan agar setiap tahap pengembangan — mulai dari perencanaan, desain, implementasi, hingga pengujian — dilakukan secara terstruktur.
Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi presensi berbasis QR-Code dapat berjalan baik di perangkat Android dan mempercepat proses absensi di kelas besar.
Aplikasi ini memiliki fitur login mahasiswa, pemindaian QR-Code, riwayat kehadiran, serta informasi akun yang terhubung dengan Sistem Informasi Unklab (SIU).
Proses presensi menjadi jauh lebih cepat dan data kehadiran tersimpan otomatis di database.
Selain itu, penggunaan QR-Code juga mencegah mahasiswa melakukan kecurangan seperti titip absen.
Dalam uji coba pada beberapa perangkat, aplikasi ini mampu berjalan stabil di sebagian besar smartphone Android.
Peneliti juga memberikan saran agar ke depannya fitur notifikasi otomatis bisa ditambahkan.
Misalnya, sistem dapat mengirim pesan kepada orang tua jika mahasiswa tidak hadir.
Selain itu, pengembangan ke versi iOS dan fitur rekap absen otomatis ke file Excel juga disarankan.
Kehadiran aplikasi ini menjadi langkah maju dalam penerapan teknologi digital di dunia pendidikan tinggi.
Universitas Klabat membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar terhadap efisiensi akademik.
Dengan presensi digital, transparansi data dan kedisiplinan mahasiswa dapat lebih mudah dikontrol.
(ed)
Editor : Priska Watung