Jagosatu.com - Benarkah Honda punya mobil listrik super canggih yang diam-diam disembunyikan dari pasar Indonesia?
Mobil itu bernama Honda Prologue EV, sebuah SUV listrik murni yang sukses menggebrak pasar Amerika Serikat.
Bukan sekadar sukses biasa, penjualan Prologue EV bahkan pernah melompat tinggi hingga 963% dalam periode tertentu, menurut laporan dari Liputan6.com.
Lonjakan angka penjualan yang fantastis ini menunjukkan betapa populernya Prologue di kalangan konsumen global yang mulai beralih ke kendaraan listrik.
Lalu, apa sih istimewanya mobil ini sampai dijuluki yang terbaik dan belum juga masuk ke Indonesia?
Hal pertama yang bikin melongo adalah performa jarak tempuhnya.
Honda Prologue EV diklaim mampu menempuh jarak hingga 476 kilometer dalam sekali pengisian penuh, dilansir dari Motor1.com.
Jarak 476 km ini didapatkan dari pengujian resmi oleh EPA (Environmental Protection Agency) di Amerika untuk varian motor tunggal (2WD) yang paling efisien.
Jarak tempuh sejauh itu sudah lebih dari cukup untuk perjalanan Jakarta ke Semarang tanpa perlu mampir ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Dapur pacunya juga nggak main-main, terutama untuk varian teratas yang menggunakan sistem Dual Motor (AWD).
Varian AWD (All-Wheel Drive) tersebut menghasilkan tenaga sebesar 288 tenaga kuda (HP), kata detikOto.
Tenaga yang besar ini membuat Prologue sangat responsif dan terasa sporty saat di jalan raya, apalagi mobil listrik memang terkenal dengan akselerasi instan.
Menariknya, rahasia di balik performa dan efisiensi ini ternyata bukan murni hasil pengembangan Honda.
Honda Prologue dibangun di atas platform Ultium, yang merupakan skateboard chassis canggih milik General Motors (GM), dilansir dari detikOto.
Jadi, mobil ini memiliki "jeroan" dan fondasi yang sama persis dengan SUV listrik GM lainnya, seperti Chevrolet Blazer EV.
Ini adalah bentuk kerja sama strategis atau aliansi yang dilakukan Honda untuk mempercepat transisi mereka ke era elektrifikasi.
Secara fisik, Prologue juga bukan mobil kecil; ukurannya jauh lebih bongsor dari Honda CR-V yang selama ini kita kenal sebagai SUV medium.
Dimensi Prologue mencapai panjang 4.876 mm, menjadikannya SUV besar yang setara dengan kelas di atas CR-V.
Di bagian interior, Honda Prologue sangat mewah dan modern dengan dua layar besar berukuran 11 inci (untuk pengemudi) dan 11,3 inci (untuk infotainment), menurut laporan dari Tirto.id.
Kabinnya juga terasa lega berkat wheelbase (jarak sumbu roda) yang panjang.
Salah satu alasan kenapa harganya bisa terasa "murah" atau bisa dibeli dengan banderol Rp 600 jutaan di AS adalah adanya insentif federal dari pemerintah Amerika.
Insentif tersebut berupa kredit pajak hingga US$7.500 yang langsung memangkas harga jual Prologue di sana, ujar Liputan6.com.
Harga awal Prologue sendiri memang berkisar di atas US$47.000 atau sekitar Rp 700-an juta jika dikonversi tanpa pajak.
Namun, berkat insentif ini, harga Prologue bisa turun dan menjadi sangat kompetitif di pasar mobil listrik.
Honda juga memanjakan pemiliknya dengan opsi paket charging gratis, seperti insentif untuk instalasi charger di rumah atau kredit pengisian daya publik, menurut situs resmi automobiles.honda.com.
Fasilitas ini tentu sangat penting untuk menghilangkan rasa cemas atau range anxiety (kecemasan kehabisan daya) bagi pengguna mobil listrik pemula.
Pertanyaannya, kenapa mobil secanggih dan sepraktis ini belum juga masuk ke pasar Indonesia?
Saat ini, pihak Honda Prospect Motor (HPM) di Indonesia masih menyatakan bahwa penjualannya masih untuk pasar Amerika Utara dan belum ada pembicaraan resmi untuk membawanya ke Tanah Air, dilansir dari detikOto.
Meskipun demikian, Honda mengakui bahwa segmen SUV adalah pasar yang besar di Indonesia dan selalu menjadi pertimbangan utama untuk pengembangan model EV di masa depan.
Ini bisa jadi sinyal positif bahwa mereka sedang mengamati perkembangan pasar EV di sini sebelum benar-benar meluncurkan Prologue atau model listrik sejenis.
Jika Prologue EV benar-benar datang ke Indonesia dengan spesifikasi gahar dan harga yang bersaing, persaingan di pasar SUV listrik pasti akan memanas.
Mobil ini adalah bukti nyata komitmen Honda terhadap elektrifikasi, meskipun harus menggandeng pabrikan lain untuk fondasi dasarnya.
Semoga saja Honda segera membuka keran dan membawa "permata" tersembunyi ini untuk konsumen di Indonesia.
Jika terwujud, Honda Prologue EV bisa menjadi pilihan yang sangat menjanjikan.
VYR
Editor : Toar Rotulung