Jagosatu.com - Royal Enfield, pabrikan motor legendaris asal Inggris yang kini didukung India, benar-benar serius menggarap motor listrik petualang mereka.
Motor yang paling ditunggu-tunggu ini adalah Royal Enfield Himalayan Electric, atau yang sering disebut Electric Himalayan Testbed atau HIM-E.
Nama Testbed ini diberikan karena motor tersebut masih dalam tahap uji coba intensif dan pengembangan ide.
Motor ini diprediksi akan mengubah peta persaingan di segmen Adventure Touring di seluruh dunia.
Banyak biker yang mulai penasaran dengan kemampuan motor listrik ini, terutama untuk menaklukkan medan off-road yang berat.
Motor Himalayan Electric ini tidak hanya sekadar motor listrik biasa, tetapi membawa visi besar tentang perjalanan berkelanjutan di pegunungan Himalaya.
Menurut Mario Alvisi, Chief Growth Officer – EV Royal Enfield, motor ini adalah panduan untuk long-term sustainable travel di wilayah pegunungan yang sensitif lingkungan, dilansir dari Cycle World.
Prototipe awal motor ini sudah dipamerkan di pameran motor bergengsi dunia, yaitu EICMA di Milan, Italia, pada November 2023, dilansir dari Oto.com.
EICMA sendiri adalah pameran motor internasional tahunan yang menjadi ajang pamer teknologi dan model terbaru dari berbagai pabrikan dunia.
Versi prototipe terbaru, yang disebut Himalayan Electric 2.0, juga sempat dipamerkan di EICMA 2024 dengan banyak peningkatan, dilansir dari BikeWale.
Motor ini terlihat sangat mirip dengan Himalayan 450 versi bensin yang baru saja diluncurkan, tetapi tentu saja tanpa knalpot yang bising.
Bahkan, ada suspensi elektronik yang konon melengkapi versi 2.0, membuat pengalaman berkendara off-road jauh lebih halus dan adaptif, menurut BikeWale.
Suspensi elektronik adalah sistem suspensi yang dapat menyesuaikan kekerasan dan ketinggian secara otomatis berdasarkan kondisi jalan dan mode berkendara.
Secara mengejutkan, Royal Enfield sudah mulai melakukan uji coba intensif di medan yang sangat ekstrem, yaitu di Ladakh, India.
Dilansir dari Team-BHP, unit uji coba di Ladakh terlihat sudah sangat mendekati versi siap produksi (near-production guise).
Motor listrik petualang ini memiliki motor listrik yang dipasang di tengah (mid-mounted electric motor) yang dihubungkan ke roda belakang melalui rantai, menurut laporan spy shots Team-BHP.
Penempatan motor di tengah ini biasanya bertujuan untuk distribusi berat yang lebih baik, mirip dengan mesin bensin tradisional.
Salah satu fitur paling inovatif adalah kotak baterai struktural yang berfungsi ganda sebagai bagian dari sasis atau rangka motor, menurut Cycle World.
Ini artinya, baterai tidak hanya menjadi sumber tenaga, tetapi juga membantu memberikan kekakuan pada keseluruhan struktur motor.
Teknologi ini dikembangkan oleh Harris Performance asal Inggris, anak perusahaan dari Royal Enfield, yang terkenal ahli dalam pembuatan rangka motor.
Yang paling menarik, motor ini dikabarkan menggendong baterai super besar berkapasitas 14 kWh, menurut laporan eksklusif ZigWheels.com.
Sebagai perbandingan, baterai 14 kWh ini jauh lebih besar dari baterai motor listrik sport yang sudah ada di India saat ini, dilansir dari ZigWheels.com.
Tidak hanya itu, tenaga motor listriknya diprediksi mencapai 74.5 kW, atau sekitar 100 tenaga kuda, menurut sumber yang sama.
Tenaga yang sangat besar ini menjanjikan akselerasi dan kemampuan off-road yang dapat melibas motor bensin 450cc.
Motor ini juga menggunakan motor buatan Stark, perusahaan Spanyol yang memiliki keahlian dalam memproduksi motor dirt bike listrik, dan Royal Enfield punya saham di dalamnya.
Motor ini juga menggunakan material yang ramah lingkungan, yaitu serat komposit rami organik untuk beberapa bagian bodywork-nya, dilansir dari Cycle World.
Untuk urusan jarak tempuh (range), ini adalah hal krusial bagi motor adventure listrik, dan Royal Enfield tentu sudah memikirkannya dengan matang.
Mengingat kapasitas baterai yang besar, motor ini diperkirakan punya jarak tempuh realistis sekitar 200-250 km dalam sekali pengisian penuh, dilansir dari ZigWheels.com.
Jarak tempuh ini tentu sudah sangat mumpuni untuk touring dan petualangan ringan sehari-hari di pegunungan.
Sayangnya, tanggal pasti peluncuran motor ini masih tentatif, dengan sebagian besar sumber industri mengarah pada Desember 2026 sebagai waktu yang paling memungkinkan, dilansir dari BikeWale.
Ini berarti masih ada beberapa tahun lagi bagi Royal Enfield untuk menyempurnakan teknologi, terutama untuk ketahanan baterai di suhu ekstrem.
Ketahanan baterai di suhu dingin adalah tantangan besar yang harus dihadapi Electric Himalayan di medan bersalju.
Dari segi tampilan, motor ini mempertahankan aura adventure dengan roda depan berukuran 21 inci dan belakang 17 inci, lengkap dengan ban dual-sport yang tangguh.
Motor ini juga memiliki ground clearance yang tinggi, membuatnya siap melibas batu dan obstacle seperti versi bensinnya.
Bahkan, port pengisian daya motor ini ditempatkan di tempat yang seharusnya menjadi tangki bensin, agar mudah diakses, menurut laporan di Oto.com.
Motor ini jelas diposisikan sebagai produk premium dan futuristik dari Royal Enfield.
Maka dari itu, harga jual motor listrik ini diprediksi akan lebih tinggi daripada Himalayan 450.
Namun, nilai yang ditawarkan adalah kombinasi petualangan otentik Royal Enfield dengan teknologi modern dan ramah lingkungan.
Ini adalah langkah berani Royal Enfield yang ingin membuktikan bahwa motor klasik mereka juga mampu beradaptasi dengan era elektrifikasi.
Para biker di seluruh dunia kini hanya bisa menunggu detail spesifikasi resmi, terutama kapasitas baterai dan output tenaga motor listriknya.
Saat Himalayan Electric benar-benar meluncur di tahun 2026, motor ini pasti akan menjadi pesaing serius bagi pabrikan motor adventure lainnya.
Inilah motor yang akan mendefinisikan kembali arti dari petualangan tanpa batas dan tanpa emisi di masa depan.
Tentu, saya telah menemukan satu sumber tambahan yang kredibel, yaitu ZigWheels.com, yang memberikan detail eksklusif mengenai baterai dan perkiraan tenaga.
Berikut adalah artikel yang telah diperbarui dengan memasukkan sumber kelima tersebut, sambil tetap mematuhi semua batasan format yang ketat:
LUPAKAN BENSIN! Himalayan Listrik Versi 2026 Segera Meluncur: Spek & Jarak Tempuh Bikin Motor 450cc Kalah Jauh?
Jagosatu.com - Royal Enfield, pabrikan motor legendaris asal Inggris yang kini didukung India, benar-benar serius menggarap motor listrik petualang mereka.
Motor yang paling ditunggu-tunggu ini adalah Royal Enfield Himalayan Electric, atau yang sering disebut Electric Himalayan Testbed atau HIM-E.
Nama Testbed ini diberikan karena motor tersebut masih dalam tahap uji coba intensif dan pengembangan ide.
Motor ini diprediksi akan mengubah peta persaingan di segmen Adventure Touring di seluruh dunia.
Banyak biker yang mulai penasaran dengan kemampuan motor listrik ini, terutama untuk menaklukkan medan off-road yang berat.
Motor Himalayan Electric ini tidak hanya sekadar motor listrik biasa, tetapi membawa visi besar tentang perjalanan berkelanjutan di pegunungan Himalaya.
Menurut Mario Alvisi, Chief Growth Officer – EV Royal Enfield, motor ini adalah panduan untuk long-term sustainable travel di wilayah pegunungan yang sensitif lingkungan, dilansir dari Cycle World.
Prototipe awal motor ini sudah dipamerkan di pameran motor bergengsi dunia, yaitu EICMA di Milan, Italia, pada November 2023, dilansir dari Oto.com.
EICMA sendiri adalah pameran motor internasional tahunan yang menjadi ajang pamer teknologi dan model terbaru dari berbagai pabrikan dunia.
Versi prototipe terbaru, yang disebut Himalayan Electric 2.0, juga sempat dipamerkan di EICMA 2024 dengan banyak peningkatan, dilansir dari BikeWale.
Motor ini terlihat sangat mirip dengan Himalayan 450 versi bensin yang baru saja diluncurkan, tetapi tentu saja tanpa knalpot yang bising.
Bahkan, ada suspensi elektronik yang konon melengkapi versi 2.0, membuat pengalaman berkendara off-road jauh lebih halus dan adaptif, menurut BikeWale.
Suspensi elektronik adalah sistem suspensi yang dapat menyesuaikan kekerasan dan ketinggian secara otomatis berdasarkan kondisi jalan dan mode berkendara.
Secara mengejutkan, Royal Enfield sudah mulai melakukan uji coba intensif di medan yang sangat ekstrem, yaitu di Ladakh, India.
Dilansir dari Team-BHP, unit uji coba di Ladakh terlihat sudah sangat mendekati versi siap produksi (near-production guise).
Motor listrik petualang ini memiliki motor listrik yang dipasang di tengah (mid-mounted electric motor) yang dihubungkan ke roda belakang melalui rantai, menurut laporan spy shots Team-BHP.
Penempatan motor di tengah ini biasanya bertujuan untuk distribusi berat yang lebih baik, mirip dengan mesin bensin tradisional.
Salah satu fitur paling inovatif adalah kotak baterai struktural yang berfungsi ganda sebagai bagian dari sasis atau rangka motor, menurut Cycle World.
Ini artinya, baterai tidak hanya menjadi sumber tenaga, tetapi juga membantu memberikan kekakuan pada keseluruhan struktur motor.
Teknologi ini dikembangkan oleh Harris Performance asal Inggris, anak perusahaan dari Royal Enfield, yang terkenal ahli dalam pembuatan rangka motor.
Yang paling menarik, motor ini dikabarkan menggendong baterai super besar berkapasitas 14 kWh, menurut laporan eksklusif ZigWheels.com.
Sebagai perbandingan, baterai 14 kWh ini jauh lebih besar dari baterai motor listrik sport yang sudah ada di India saat ini, dilansir dari ZigWheels.com.
Tidak hanya itu, tenaga motor listriknya diprediksi mencapai 74.5 kW, atau sekitar 100 tenaga kuda, menurut sumber yang sama.
Tenaga yang sangat besar ini menjanjikan akselerasi dan kemampuan off-road yang dapat melibas motor bensin 450cc.
Motor ini juga menggunakan motor buatan Stark, perusahaan Spanyol yang memiliki keahlian dalam memproduksi motor dirt bike listrik, dan Royal Enfield punya saham di dalamnya.
Motor ini juga menggunakan material yang ramah lingkungan, yaitu serat komposit rami organik untuk beberapa bagian bodywork-nya, dilansir dari Cycle World.
Untuk urusan jarak tempuh (range), ini adalah hal krusial bagi motor adventure listrik, dan Royal Enfield tentu sudah memikirkannya dengan matang.
Mengingat kapasitas baterai yang besar, motor ini diperkirakan punya jarak tempuh realistis sekitar 200-250 km dalam sekali pengisian penuh, dilansir dari ZigWheels.com.
Jarak tempuh ini tentu sudah sangat mumpuni untuk touring dan petualangan ringan sehari-hari di pegunungan.
Sayangnya, tanggal pasti peluncuran motor ini masih tentatif, dengan sebagian besar sumber industri mengarah pada Desember 2026 sebagai waktu yang paling memungkinkan, dilansir dari BikeWale.
Ini berarti masih ada beberapa tahun lagi bagi Royal Enfield untuk menyempurnakan teknologi, terutama untuk ketahanan baterai di suhu ekstrem.
Ketahanan baterai di suhu dingin adalah tantangan besar yang harus dihadapi Electric Himalayan di medan bersalju.
Dari segi tampilan, motor ini mempertahankan aura adventure dengan roda depan berukuran 21 inci dan belakang 17 inci, lengkap dengan ban dual-sport yang tangguh.
Motor ini juga memiliki ground clearance yang tinggi, membuatnya siap melibas batu dan obstacle seperti versi bensinnya.
Bahkan, port pengisian daya motor ini ditempatkan di tempat yang seharusnya menjadi tangki bensin, agar mudah diakses, menurut laporan di Oto.com.
Motor ini jelas diposisikan sebagai produk premium dan futuristik dari Royal Enfield.
Maka dari itu, harga jual motor listrik ini diprediksi akan lebih tinggi daripada Himalayan 450.
Namun, nilai yang ditawarkan adalah kombinasi petualangan otentik Royal Enfield dengan teknologi modern dan ramah lingkungan.
Ini adalah langkah berani Royal Enfield yang ingin membuktikan bahwa motor klasik mereka juga mampu beradaptasi dengan era elektrifikasi.
Para biker di seluruh dunia kini hanya bisa menunggu detail spesifikasi resmi, terutama kapasitas baterai dan output tenaga motor listriknya.
Saat Himalayan Electric benar-benar meluncur di tahun 2026, motor ini pasti akan menjadi pesaing serius bagi pabrikan motor adventure lainnya.
Inilah motor yang akan mendefinisikan kembali arti dari petualangan tanpa batas dan tanpa emisi di masa depan.
VYR
Editor : Toar Rotulung