Jagosatu.com – Kabar penundaan peluncuran kembali datang dari perusahaan mobil mewah asal Inggris, Jaguar Land Rover atau sering disingkat JLR.
Penundaan ini berlaku untuk mobil Grand Tourer (GT) listrik ultra-mewah mereka, sebuah proyek yang sangat dinantikan oleh penggemar otomotif global.
Mobil ini, yang merupakan versi produksi dari konsep Type 00, awalnya dijadwalkan akan diperkenalkan sebelum akhir tahun 2025.
Namun, sekarang tanggal peluncuran resminya telah diundur dan akan berlangsung pada tahun 2026, menurut laporan KabarOto.
CEO JLR, Adrian Mardell, mengonfirmasi bahwa mobil listrik pertama dari era baru Jaguar ini baru akan mulai dijual ke konsumen pada musim panas 2026, dilansir dari Motor1.com.
Tentu saja, penundaan ini memicu rasa kecewa, tetapi JLR bersikeras bahwa ini adalah langkah yang diperlukan demi kualitas.
Menurut Liputan6.com, penundaan waktu yang didapat ini dimanfaatkan sepenuhnya untuk melakukan pengujian dan penyempurnaan lebih lanjut.
Tujuannya sangat jelas: untuk memastikan mobil premium ini benar-benar sempurna dan sesuai dengan standar kemewahan "Inggris Banget" yang legendaris.
Penundaan ini juga disebabkan oleh beberapa alasan, termasuk faktor eksternal di luar kendali perusahaan, menurut berita dari VOI.
Salah satu faktor eksternal yang diduga kuat menjadi biang keladinya adalah serangan siber parah yang menimpa JLR pada Agustus 2025, seperti yang dilaporkan ACKO Drive.
Serangan siber tersebut menyebabkan gangguan operasional besar-besaran, memaksa pabrik-pabrik utama JLR di Inggris mengalami shutdown.
Gangguan parah ini memengaruhi proses pemesanan, rantai pasokan, dan tentu saja, jadwal produksi mobil baru mereka, dilansir dari ACKO Drive.
Mobil GT listrik ini memang sangat penting karena menandai dimulainya era Rebirth atau kelahiran kembali merek Jaguar menjadi brand ultra-mewah serba listrik.
Meskipun ditunda, Rawdon Glover, managing director Jaguar, tetap membela desain konsep mobil ini yang sempat dianggap kontroversial oleh sebagian pihak.
Glover menyatakan penundaan tersebut tidak terjadi karena adanya perubahan desain besar-besaran di menit-menit akhir, dilansir dari Car and Driver.
Sebaliknya, penundaan ini lebih kepada upaya keras untuk memastikan bahwa teknologi dan kualitas mobil ini benar-benar matang sebelum dijual.
Mobil ini akan menggunakan arsitektur listrik baru yang canggih yang secara eksklusif dikembangkan untuk Jaguar, yaitu Jaguar Electrical Architecture (JEA).
Platform JEA ini dirancang untuk memberikan performa tinggi dan efisiensi yang luar biasa, cocok untuk mobil kategori super-premium.
Mobil ini diklaim mampu memiliki jarak tempuh yang fantastis, mencapai sekitar 430 mil atau setara 692 km dalam kondisi optimal, menurut sumber dari luar yang tepercaya.
Selain jarak tempuh, mobil ini juga digadang-gadang akan menjadi Jaguar paling bertenaga yang pernah ada, menempatkannya di kelas supercar, dilansir dari sumber yang sama.
Target pasar mobil ini adalah mobil listrik mewah lainnya, seperti Porsche Taycan dan Mercedes-AMG GT EV yang akan datang.
Mengingat segmen pasarnya, mobil GT listrik ini diperkirakan akan dijual dengan harga awal sekitar $130.000, setara dengan Rp2,1 miliar (kurs saat ini), menurut KabarOto.
Harga yang fantastis ini menunjukkan bahwa mobil ini akan menjadi simbol baru dari kekayaan, performa, dan eksklusivitas merek Jaguar.
Penundaan ini memberi waktu ekstra bagi tim teknis JLR untuk mengatasi semua bug pada software dan memastikan hardware berfungsi tanpa cela.
Memastikan kualitas sempurna adalah hal wajib bagi Jaguar karena mereka sedang berjuang membangun kembali reputasi sebagai merek ultra-luxury.
Jika peluncuran dipaksakan dan terdapat banyak masalah teknis, hal itu justru bisa merusak citra Rebirth Jaguar yang sudah dibangun.
Oleh karena itu, meskipun konsumen harus menunggu hingga 2026, hal ini adalah jaminan bahwa mereka akan mendapatkan produk yang lebih matang.
Mobil Type 00 ini akan memimpin jalan bagi dua model listrik lainnya yang juga akan diluncurkan di masa mendatang.
Jaguar menunjukkan komitmen penuh bahwa kualitas adalah prioritas mutlak, bahkan jika harus mengorbankan waktu peluncuran yang sudah ditetapkan.
Semoga penantian panjang ini akan terbayar lunas dengan pengalaman berkendara yang mewah, bertenaga, dan flawless khas mobil Inggris.
VYR
Editor : Toar Rotulung