JagoSatu.com - OpenAI dikabarkan sedang ketar-ketir dan langsung mengaktifkan "kode merah" internal. Pemicunya jelas: Google Gemini 3 yang performanya melesat tajam, melampaui berbagai tolok ukur, dan sukses mencuri perhatian banyak pengguna.
Sam Altman langsung ambil tindakan tegas dengan merombak fokus perusahaan. Tim internal diminta setop dulu bikin proyek aneh-aneh dan wajib fokus memoles pengalaman dasar ChatGPT agar lebih cepat dan andal.
Dilansir oleh Ars Technica, memo internal yang bocor menyebut situasi ini sebagai "waktu kritis". Proyek sampingan seperti asisten Pulse, agen belanja, dan pengembangan iklan pun terpaksa dihentikan sementara demi fokus pada kualitas chatbot.
Sekarang, tim kualitas inti wajib melakukan pengecekan harian untuk memastikan perbaikan fitur. Nick Turley, bos ChatGPT, ingin chatbot ini terasa lebih "intuitif dan personal" karena mendengarkan keluhan pengguna soal kenyamanan pemakaian.
Situasi ini terasa ironis dan mirip kejadian "kode merah" Google di akhir 2022. Dulu Google yang panik saat ChatGPT muncul, sekarang keadaannya berbalik 180 derajat. Betapa cepatnya roda teknologi berputar!
Hanya dalam tiga tahun, peta persaingan berubah total. Google menyerang balik dengan distribusi produk yang masif, sementara OpenAI kini harus kerja keras mengejar momentum lawan. Kompetisi AI benar-benar dinamis.
Google merilis Gemini 3 pertengahan November lalu dan mengklaimnya sebagai model "paling cerdas". Bukan cuma ganti nama, kemampuan coding dan penalarannya jauh melampaui versi sebelumnya. Jelas ini upgrade serius.
Strategi utamanya ada di ekosistem yang saling terhubung. Gemini kini terintegrasi di Google Search, aplikasi khusus, hingga Cloud. Strategi ini brilian karena AI mereka jadi "nempel" di mana pun kalian klik!
Dikutip dari Ars Technica, laporan independen membenarkan kehebatan Gemini 3 yang mencetak rekor skor di berbagai benchmark. Analis memuji kemampuan "agentik"-nya yang bisa menangani alur kerja rumit untuk membangun aplikasi interaktif.
Dampaknya nyata. Pengguna aktif bulanan Gemini melonjak drastis dari 450 juta jadi 650 juta hanya dalam hitungan bulan (Juli-Oktober). Memanfaatkan layanan Google yang sudah ada memang cara paling ampuh menjaring pengguna.
Sebaliknya, data Similarweb menunjukkan trafik ChatGPT justru turun beberapa poin persen musim gugur ini. Banyak pengguna merasa jawabannya makin kaku atau hambar karena penyetelan keamanan yang terlalu ketat.
Inilah perjuangan abadi antara kegunaan versus keamanan. Altman sadar betul bahayanya jika Gemini jadi asisten AI bawaan. Status sebagai aplikasi "default" di HP Android adalah keuntungan yang sulit dilawan teknologi apa pun.
Bahkan CEO Salesforce, Marc Benioff, dikutip mengatakan, "Lompatannya luar biasa." Kalau pemimpin industri lain sudah bicara begini, artinya OpenAI memang sedang menghadapi masalah yang sangat serius.
OpenAI nggak boleh salah langkah. Mereka punya komitmen triliunan dolar ke penyedia chip dan cloud seperti Microsoft dan Nvidia. Dengan uang sebanyak itu yang dipertaruhkan, mereka harus segera berbenah.
Tapi OpenAI punya senjata rahasia: model "penalaran simulasi" baru untuk menyaingi Gemini 3 dalam memecahkan masalah kompleks. Nah, menurut kalian, apakah ChatGPT bisa bangkit lagi atau bakal kalah sama Gemini? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung