Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Judul AI di Google Discover: Ringkas Sih, Tapi Kok Ngawur?

Toar Rotulung • 2025-12-08 01:00:00
Ilustrasi Google Menangis
Ilustrasi Google Menangis

JagoSatu.com - Halaman Google Discover yang biasa kita pakai buat cari berita, sekarang mulai pakai AI buat bikin judul otomatis. Sayangnya, hasil eksperimen ini justru bikin geleng-geleng kepala karena kualitasnya yang meragukan.

Bukannya membantu, judul buatan AI ini seringkali meleset, clickbait, atau malah menghilangkan konteks penting. Jelas banget kalau AI Google masih kesulitan menangkap nuansa berita, dan ini cukup bikin frustrasi.

Dilaporkan oleh The Verge, Google diam-diam mengganti judul asli dari penerbit dengan versi ringkasan AI. Cukup ngeri juga membayangkan uji coba produk setengah matang begini bisa lolos sampai ke tangan pengguna.

Contoh paling parah menimpa artikel PC Gamer soal Baldur's Gate 3. Dari judul asli yang membahas detail teknis game, AI malah menyederhanakannya jadi kalimat seram: "pemain BG3 mengeksploitasi anak-anak."

Padahal, artikel aslinya cuma membahas mekanisme NPC anak kecil di dalam game. Judul AI ini gagal paham total, menghilangkan nuansa gaming-nya, dan malah terdengar seperti skandal kriminal yang serius.

Dikutip dari The Verge, kasus ini jadi bukti kalau AI sering kehilangan konteks. Harusnya raksasa sekelas Google lebih teliti dan tidak sembarangan mempublikasikan ringkasan yang terlalu menyederhanakan masalah seperti itu.

Belum selesai di situ, artikel 9to5Google soal standar charger Qi2 juga kena imbasnya. AI Google dengan pede-nya membuat judul "Qi2 memperlambat Pixel lama," padahal fakta sebenarnya tidak begitu.

Misinformasi semacam ini bahaya banget karena bisa menyesatkan konsumen soal kemampuan gadget mereka. Google benar-benar mempertaruhkan reputasinya kalau terus-terusan menyebarkan saran teknologi yang teknisnya salah kaprah.

Seperti dilansir oleh Android Authority, judul soal Qi2 itu murni rekayasa yang tidak berdasar fakta. Sangat mengejutkan melihat AI Google bisa memalsukan data sepenting itu dengan begitu berani.

Korban lainnya adalah Ars Technica. Berita mereka sama sekali tidak membahas nominal uang, tapi AI malah bikin judul "Harga Steam Machine Terungkap." Kesalahan fatal yang harusnya mudah dideteksi.

Masalah utamanya ada pada judul empat kata yang dipaksakan. Sepertinya AI Google lebih mementingkan judul yang singkat dan padat ketimbang akurasi datanya, sebuah kompromi yang sangat buruk buat pembaca.

Dikutip dari pernyataan Google, mereka menyebut ini cuma "eksperimen UI kecil" untuk sebagian pengguna. Tapi, melabeli ini sebagai uji coba tetap tidak membenarkan penyebaran konten cacat logika seperti itu.

Yang paling parah, tidak ada label "AI Generated" di judul-judul ngawur ini. Ini tidak adil buat penerbit berita, karena pembaca pasti bakal menyalahkan media terkait atas kesalahan yang dibuat Google.

Memaksakan fitur yang jelas-jelas masih buggy ke pengguna adalah langkah yang mengkhawatirkan. Google seharusnya punya Quality Control yang jauh lebih ketat sebelum menjadikan kita kelinci percobaan.

Saat ini, Google sedang dimintai keterangan soal cara mematikan fitur ini. Nah, menurut kalian, fitur judul AI ini membantu atau malah bikin kalian malas baca berita? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung