Jagosatu.com - Lonjakan besar penggunaan ChatGPT di perusahaan dalam setahun terakhir menarik perhatian banyak pihak.
Peningkatan ini terlihat dari laporan resmi yang menyebut pesan ChatGPT di kalangan perusahaan tumbuh delapan kali lipat dalam satu tahun menurut laporan TechCrunch.
Kenaikan jumlah pesan ini menunjukkan bahwa pekerja semakin terbiasa memakai AI sebagai alat bantu dalam pekerjaan harian mereka.
Banyak pekerja mengaku bisa menghemat hingga satu jam kerja setiap hari karena ChatGPT membantu mempercepat tugas tulis menulis menurut laporan TechCrunch.
Penggunaan AI seperti ChatGPT makin populer karena mampu menangani pertanyaan besar dan rumit dengan cepat melalui pemrosesan bahasa alami yang merupakan kemampuan komputer memahami teks seperti manusia.
ChatGPT juga banyak dipakai untuk membuat rangkuman dokumen panjang sehingga pegawai tidak perlu membaca semua informasi secara manual.
Lonjakan penggunaan ini juga diperkuat dengan data bahwa penggunaan reasoning tokens meningkat ratusan kali lipat menurut laporan Gadgets360.
Reasoning tokens adalah jenis pemakaian AI untuk tugas yang membutuhkan logika panjang seperti analisis data atau pemecahan masalah yang detail.
Baca Juga: DX Vision Meledak! Samsung, Fujifilm, dan Atlassian Berebut Dominasi AI—Era Baru Dimulai!f
Kenaikan reasoning tokens ini membuat perusahaan menilai bahwa AI tidak lagi hanya alat mengetik tetapi juga alat pengambilan keputusan awal.
Custom GPT juga ikut populer dengan pertumbuhan sampai sembilan belas kali lipat karena perusahaan bisa membuat asisten AI sesuai kebutuhan kerja mereka menurut laporan Gadgets360.
Custom GPT digunakan untuk tugas seperti analisis laporan internal dan menjawab pertanyaan rutin yang sebelumnya memakan waktu tim operasional.
Banyak perusahaan dari sektor teknologi kesehatan dan manufaktur menjadi pengguna terbesar alat AI ini menurut laporan Gadgets360.
OpenAI merilis data ini hanya beberapa hari setelah kabar bahwa CEO mereka Sam Altman mengirim memo internal yang berisi peringatan tingkat tinggi terkait persaingan dengan Google menurut Reuters.
Memo tersebut mendorong semua tim untuk fokus meningkatkan kualitas ChatGPT agar tetap unggul di tengah kompetisi yang makin ketat.
Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun penggunaan di perusahaan melonjak posisi ChatGPT masih perlu diperkuat di pasar umum.
Google yang tengah mendorong teknologi pesaing menjadikan situasi kompetitif ini semakin panas menurut laporan Ars Technica.
Kenaikan besar penggunaan ChatGPT di perusahaan menjadi keuntungan strategis bagi OpenAI untuk menjaga posisi mereka di industri AI.
Pekerja yang terbantu satu jam per hari berarti perusahaan juga menghemat biaya operasional jangka panjang.
Efisiensi ini membuat minat terhadap teknologi AI semakin tinggi terutama di perusahaan yang memiliki banyak pekerjaan rutin.
Tren ini sekaligus memperlihatkan bagaimana AI mulai menjadi fondasi baru dalam kehidupan kerja modern.
Jika tren ini terus berlanjut penggunaan AI bisa menjadi standar wajib di tempat kerja seperti penggunaan internet bertahun tahun lalu.
Perubahan cepat ini membuat banyak sekolah dan kampus mulai mempersiapkan kurikulum yang cocok dengan era kerja berbasis AI.
Dunia kerja berubah cepat dan semakin banyak perusahaan mencari staf yang bisa bekerja berdampingan dengan teknologi seperti ChatGPT.
Fenomena ini menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pekerjaan sudah bukan masa depan lagi melainkan kejadian nyata yang sedang berlangsung hari ini. (KT)
Editor : ALengkong