Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mahasiswa Indonesia Bikin Jepang dan Korea Gigit Jari, Juara 1 Lomba IT Dunia!

Toar Rotulung • 2025-12-10 01:30:03
Potret kebanggaan Rash Asyari Thalib, mahasiswa UNIKOM yang meraih Juara 1 di WorldSkills Asia 2025.
Potret kebanggaan Rash Asyari Thalib, mahasiswa UNIKOM yang meraih Juara 1 di WorldSkills Asia 2025.

Jagosatu.com - Kabar yang bikin dada kita sesak karena bangga datang dari seorang mahasiswa keren asal Bandung yang sukses mengukir sejarah di kancah internasional.

Nama pahlawan kita kali ini adalah Rash Asyari Amyris Thalib, seorang mahasiswa cerdas dari UNIKOM atau Universitas Komputer Indonesia yang berlokasi di Kota Kembang, Bandung.

Rash baru saja menyabet gelar Juara 1 atau Medali Emas dalam ajang bergengsi WorldSkills Asia 2025 yang tahun ini digelar di Taipei, Taiwan.

WorldSkills Asia adalah kompetisi keterampilan atau keahlian tingkat Asia yang bisa dibilang sebagai "Olimpiade"-nya para profesional muda di berbagai bidang industri dan teknologi.

Bidang yang digeluti Rash Asyari ini adalah IT Network System Administration yang punya singkatan keren, yaitu ITNSA.

ITNSA ini intinya adalah keahlian yang sangat penting, yaitu merancang, membangun, dan mengurus jaringan komputer sebuah perusahaan atau organisasi agar semuanya bisa terhubung dan berjalan lancar.

Pekerjaan System Administrator yang Rash tekuni ini meliputi tugas-tugas teknis seperti memastikan server—komputer utama yang menyimpan dan mengatur data—bekerja tanpa gangguan.

Mereka juga bertugas mengelola router, alat yang fungsinya seperti pak pos yang mengarahkan data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan, serta switch yang menghubungkan banyak perangkat dalam satu area.

Bayangkan saja kalau di sekolah ada masalah koneksi internet, nah, orang yang memperbaikinya biasanya punya keahlian seperti Rash ini, tapi ini skalanya kelas dunia!

Di kompetisi ini, Rash harus bersaing mati-matian dengan puluhan peserta terbaik dari berbagai negara di seluruh Asia yang terkenal jago IT-nya.

Menurut Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Kemendikbudristek yaitu Kiki Yulianti – Indonesia mengirimkan 16 delegasi muda terbaik untuk bertanding di 15 kejuruan yang berbeda.

Rash Asyari sendiri adalah satu-satunya perwakilan Indonesia yang bertanding di kategori IT Network System Administration yang menantang itu.

Sesi kompetisi ITNSA ini sendiri biasanya menguji kemampuan peserta dalam waktu yang sangat ketat, biasanya sekitar 15 hingga 22 jam total selama beberapa hari.

Mereka harus menyelesaikan tugas-tugas yang kompleks, seperti mengkonfigurasi sistem operasi Linux dan Windows Server, dua jenis sistem yang paling sering dipakai di dunia kerja.

Keberhasilan Rash ini benar-benar membuat negara-negara adidaya IT kaget dan harus mengakui keunggulan anak muda Indonesia.

Di babak final, Rash berhasil mengungguli negara-negara yang selama ini dikenal sebagai "Super Power IT" di Asia.

Jepang yang teknologi komputernya sudah sangat maju harus puas berada di posisi Juara 2 dengan perolehan medali perak.

Lalu, di posisi Juara 3 ada Korea Selatan yang juga dikenal sebagai salah satu negara dengan jaringan internet tercepat di dunia.

Kemenangan ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia, khususnya di bidang jaringan komputer, tidak kalah dari negara-negara maju.

Rash Asyari berhasil menorehkan skor tertinggi dalam serangkaian tes praktikum yang menguji mulai dari perencanaan, implementasi, hingga troubleshooting atau mencari dan memperbaiki masalah di jaringan.

Rektor UNIKOM, yaitu Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan rasa syukur dan bangga yang luar biasa atas pencapaian mahasiswanya ini.

Keberhasilan Rash Asyari di Taipei ini adalah hasil dari kerja keras dan dukungan penuh dari tim pelatih dan juga pihak kampus selama masa persiapan.

Persiapan yang dilakukan Rash Asyari pastinya tidak sebentar dan memerlukan jam terbang yang sangat banyak di depan komputer serta perangkat jaringan.

Para peserta di WorldSkills Asia ini biasanya sudah ditempa melalui seleksi ketat di tingkat nasional sebelum akhirnya bisa mewakili negara mereka.

Kemenangan ini juga semakin menambah panjang daftar prestasi Indonesia di WorldSkills Asia 2025, yang total membawa pulang beberapa medali dari kejuruan lain.

Menurut Ketua Kontingen Indonesia dan juga Direktur Polinema, Awan Setiawan – kontingen Indonesia total meraih dua medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu di ajang ini.

Medali emas yang diraih Rash di bidang ITNSA ini adalah salah satu yang paling berharga karena persaingannya yang sangat ketat dan bidangnya yang krusial.

Pemerintah Indonesia, lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudbudayaan, sangat mengapresiasi kerja keras para delegasi muda ini.

Prestasi Rash diharapkan bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk terus mengasah kemampuan teknis mereka.

Kita semua tahu bahwa dunia teknologi dan jaringan komputer akan terus berkembang, dan anak-anak muda seperti Rash adalah masa depan Indonesia di bidang Industri 4.0—era di mana semua hal terhubung dengan internet.

Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal bagi Rash Asyari untuk terus berprestasi, bahkan hingga ke kompetisi WorldSkills tingkat dunia yang lebih tinggi lagi.

Para netizen dan seluruh rakyat Indonesia pun ikut bangga dan memberikan ucapan selamat yang membanjiri media sosial untuk Rash Asyari.

Prestasi ini sekali lagi membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kerja keras, anak bangsa mampu menjadi yang terbaik di level Asia dan bersaing dengan siapapun.

Indonesia benar-benar punya jagoan baru di dunia jaringan komputer internasional yang siap membanggakan.

(DB)

Editor : Toar Rotulung
#WorldSkills Asia 2025 #IT Network System Administration #Mahasiswa Indonesia Juara