JagoSatu.com - Masa-masa "bebas aturan" dalam dunia AI sepertinya bakal segera tamat. Disney baru saja mengirim surat peringatan keras ke Google, menuduh raksasa pencarian itu melanggar hak cipta besar-besaran. Siap-siap menyaksikan drama hukum yang seru!
Disney mengklaim Google memakai karya mereka secara ilegal untuk melatih AI. Buktinya jelas, model AI Google bisa dengan mudah membuat gambar atau video karakter ikonik seperti Deadpool hingga Star Wars tanpa izin.
Surat peringatan itu juga menyentil Google karena membiarkan pengguna membuat "salinan karya" seenaknya. Ini berarti karya seni iseng atau meme buatan AI pun bisa kena masalah. Disney jelas tidak mau aset berharganya dipakai sembarangan tanpa bayaran.
Dilansir oleh Ars Technica, surat tersebut secara spesifik menyebut judul besar seperti The Lion King, Deadpool, dan Star Wars. Disney memang terkenal galak dan punya pengalaman puluhan tahun dalam membela kekayaan intelektual mereka.
Tuntutan Disney nggak main-main: Google harus setop pakai konten mereka dan pasang sistem pencegah penjiplakan. Bagi Google, ini opsi sulit karena harus melatih ulang AI dari nol atau memasang filter super ketat.
Fokus Disney kali ini tajam ke alat video AI seperti Veo milik Google. Bagi mereka, konten video adalah ladang uang sekaligus risiko terbesar dibandingkan sekadar gambar diam yang sudah banyak beredar.
Tanggapan Google terkesan diplomatis, menyebut mereka punya "hubungan lama yang saling menguntungkan" dengan Disney. Kalau diterjemahkan ke bahasa awam: "Kami bakal coba lobi Disney dan negosiasi biar kasus ini nggak sampai ke pengadilan."
Dikutip dari Ars Technica, Google berdalih mereka memakai "data publik dari web terbuka". Ini alasan klasik ibarat mengklaim barang temuan di jalan sebagai milik sendiri, argumen yang biasanya lemah di mata hukum.
Menariknya, Disney baru saja meneken kontrak lisensi tiga tahun dengan OpenAI. Kesepakatan ini memungkinkan karakter Disney hadir secara resmi di aplikasi video Sora. Pesannya jelas: kalau mau pakai karakter kami, harus bayar lisensi resmi.
Momen surat peringatan ke Google ini pas banget dengan investasi $1 miliar Disney ke OpenAI, kompetitor utama Google. Waktunya bukan kebetulan, Disney sepertinya sudah tegas memilih kubu di perang teknologi AI ini.
Dikutip dari Ars Technica, tekanan seperti ini bahkan membuat OpenAI mengubah kebijakannya menjadi "opt-in" atau harus izin dulu. Ancaman hukum dari raksasa seperti Disney memaksa perusahaan AI untuk lebih tahu diri.
Saat ini, alat AI Google memang masih "buta" hak cipta, membiarkan kita bikin konten Avengers atau Super Mario sesuka hati. Tapi, kebebasan berkreasi tanpa batas ini mungkin akan segera berakhir tergantung respons Google nanti.
Ke depannya, ekosistem AI bakal mirip layanan streaming film, seperti dikutip dari Ars Technica. Mau bikin konten Moana? Harus ke OpenAI. Mau karakter DC? Mungkin harus langganan layanan AI yang berbeda lagi.
Bingung mau dukung siapa? Dua-duanya adalah perusahaan raksasa dengan kepentingan bisnis besar. Yang jelas jadi korban di sini adalah mimpi kita soal ekosistem AI yang benar-benar terbuka dan gratis untuk semua.
Pertarungan ini bakal menentukan nasib hak cipta di era AI. Nah, menurut kalian, rela nggak sih kalau ke depannya harus langganan AI khusus cuma buat generate gambar karakter Disney? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung