Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Perang AI Memanas: Disney Gandeng OpenAI, Google Terancam Tuntutan

Toar Rotulung • 2025-12-15 01:00:00

Material Publikasi Kerjasama OpenAI dan Disney
Material Publikasi Kerjasama OpenAI dan Disney

JagoSatu.com - Kabar heboh! Disney resmi gandeng OpenAI untuk bawa 200 karakter ikonik ke generator video Sora. Ini bukan cuma kerja sama biasa, tapi pernyataan perang Disney di dunia AI setelah menuntut Google.

Waktunya pas banget. Disney umumkan investasi $1 miliar ini tak lama setelah kirim surat peringatan ke Google. Pesannya tegas: mau pakai kekayaan intelektual Disney? Bayar lisensi atau siap-siap ketemu pengacara.

Lewat kontrak tiga tahun ini, Sora bisa dipakai buat bikin video pendek karakter Disney, Marvel, Pixar, dan Star Wars. Akhirnya, kalian bisa bikin film Star Wars sendiri secara legal!

Dilansir oleh OpenAI, kesepakatan ini mencakup 200 karakter mulai dari Mickey Mouse, Darth Vader, sampai Moana. Nggak cuma tokoh, kostum, kendaraan, dan lokasi ikonik juga tersedia buat bikin adegan lengkap.

Fitur ini juga bakal masuk ke ChatGPT Images. Jadi, kalian bisa generate gambar resmi Disney cuma pakai teks. Bye-bye gambar tiruan AI abal-abal, sekarang zamannya konten asli dari mitra resmi.

Hubungan ini dua arah. Disney juga bakal pakai teknologi API OpenAI buat bikin fitur baru di Disney+. Mereka bahkan mengintegrasikan ChatGPT ke sistem kerja karyawan mereka. Disney benar-benar serius.

Sebagai tanda keseriusan, Disney menanamkan modal ekuitas sebesar $1 miliar di OpenAI. Suntikan dana sebesar ini bikin Disney punya suara "mahal" buat bantu arahkan pengembangan teknologi AI ke depannya.

Dikutip dari OpenAI, CEO Disney Bob Iger menekankan kolaborasi ini bakal memperluas cara bercerita secara bijak. Intinya, Disney mau mengontrol narasi AI, bukan malah tergilas oleh kemajuan teknologi tersebut.

Kemitraan ini fokus pada AI yang bertanggung jawab dan aman. Langkah ini seolah menyindir Google, yang sebelumnya dituduh Disney kurang peduli sama perlindungan hak cipta di platform mereka.

Poin pentingnya, kesepakatan ini melarang penggunaan suara atau wajah aktor asli. Jadi, jangan harap bisa bikin deepfake Tom Cruise atau pakai suara James Earl Jones tanpa izin. Batasannya jelas.

Yang paling menarik, video buatan fans lewat Sora nantinya punya kesempatan buat tayang di Disney+! Ini terobosan baru di mana konten hasil AI buatan pengguna diakui di platform streaming resmi.

Sementara OpenAI dapat lisensi resmi, nasib Google makin terpojok. Dilansir oleh OpenAI, risiko pakai AI tanpa lisensi makin nyata. Mau bikin gambar Deadpool aman? Ya harus pakai layanan berbayar ini.

Sam Altman melihat langkah ini sebagai contoh ideal kolaborasi perusahaan AI dan industri kreatif. Ini bukti kemenangan model "izin dulu" dibanding "minta maaf belakangan", meski harganya mencapai satu miliar dolar.

Sayangnya kalian harus sabar. Video karakter berlisensi ini baru ditargetkan meluncur awal 2026. Meski masih lama, ini bakal mengubah total cara fans berkreasi dengan karakter favorit mereka secara legal.

Situasi ini bikin Google dan Gemini/Veo dalam posisi sulit. Mereka harus cari cara buat negosiasi atau ambil risiko dituntut masalah hak cipta. Menurut kalian, langkah Disney ini bakal mematikan kreativitas gratisan nggak? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#Google #Gandeng #Dunia AI #openai #disney #Sora