Jagosatu.com - Google dan Apple secara resmi mengumumkan pembaruan keamanan darurat setelah ditemukan serangan siber berbahaya yang memanfaatkan celah zero day.
Serangan ini dianggap serius karena celah zero day adalah kelemahan sistem yang belum diketahui publik dan belum sempat diperbaiki saat peretas mulai menyerang.
Menurut TechCrunch serangan ini sudah terjadi di dunia nyata dan menargetkan pengguna sebelum pembaruan keamanan tersedia.
Google merilis pembaruan darurat untuk browser Chrome setelah menemukan celah yang bisa membuat peretas menjalankan kode berbahaya lewat situs tertentu.
Menurut Google celah tersebut ditemukan oleh tim keamanan internal dan juga peneliti dari Apple yang bekerja sama dalam pelacakan ancaman global.
Zero day sendiri berarti celah keamanan yang belum memiliki perlindungan sehingga sangat berbahaya jika jatuh ke tangan pihak yang salah.
Apple juga tidak tinggal diam dengan langsung merilis pembaruan keamanan untuk iPhone iPad Mac dan perangkat lainnya.
Dilansir dari TechCrunch Apple menyebut celah ini kemungkinan telah digunakan dalam serangan yang sangat canggih dan menargetkan pengguna tertentu.
Baca Juga: Sistem Rekomendasi Topik Skripsi Berbasis AI Bantu Mahasiswa Tentukan Judul Penelitian
Celah yang diperbaiki Apple sebagian besar berasal dari WebKit yaitu mesin yang digunakan untuk menampilkan halaman web di Safari dan aplikasi lain.
Jika celah WebKit dimanfaatkan peretas bisa membuat perangkat menjalankan perintah berbahaya hanya dengan membuka konten tertentu.
Menurut CNBC Indonesia pengguna yang tidak memperbarui perangkat berisiko kehilangan data pribadi atau mengalami gangguan sistem.
Google dan Apple sama sama meminta pengguna untuk segera memperbarui perangkat mereka ke versi terbaru.
Langkah cepat ini menunjukkan bahwa ancaman siber saat ini semakin canggih dan tidak hanya menyasar perusahaan besar.
Serangan zero day sering dikaitkan dengan kelompok peretas profesional atau bahkan aktor yang didukung negara.
Menurut CyberInsider celah seperti ini biasanya dijual mahal di pasar gelap karena nilainya sangat tinggi.
Bagi pengguna awam pembaruan sistem sering dianggap sepele padahal ini adalah benteng utama keamanan digital.
Dengan melakukan update rutin risiko peretasan bisa ditekan secara signifikan.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa perangkat pintar tetap membutuhkan perhatian dan perawatan.
Keamanan digital bukan hanya tanggung jawab perusahaan teknologi tetapi juga pengguna itu sendiri.
Langkah cepat Google dan Apple diharapkan mampu menghentikan serangan lanjutan dan melindungi jutaan pengguna di seluruh dunia. (KT)
Editor : ALengkong