Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kiamat GPU Kelas Menengah? RTX 50 Series Bakal Langka di 2026!

Toar Rotulung • 2025-12-19 11:19:24
Kartu Grafis Nvidia seri RTX 50
Kartu Grafis Nvidia seri RTX 50

JagoSatu.com - Kabar buruk buat para gamer PC! Laporan terbaru memprediksi krisis pasokan besar-besaran untuk kartu grafis NVIDIA RTX 50 series di awal tahun 2026. Situasi ini mengancam keberadaan GPU kelas menengah yang terjangkau.

NVIDIA kabarnya bakal memangkas produksi GPU GeForce sebesar 30% hingga 40% pada paruh pertama 2026. Ini bukan angka kecil, melainkan pemotongan pasokan yang sangat drastis bagi pasar rakitan PC alias DIY.

Dilansir oleh TweakTown, target utamanya adalah kartu kelas menengah seperti RTX 5070 Ti dan 5060 Ti. Padahal, seri inilah yang biasanya jadi incaran utama karena menawarkan performa terbaik sesuai budget mayoritas gamer.

Info ini bukan sekadar rumor burung. Laporan berasal dari Board Channels dan sudah dikonfirmasi oleh Benchlife, menandakan para mitra pabrikan sudah bersiap menghadapi stok barang yang makin tipis di pasaran.

Menariknya, model kelas "sultan" seperti RTX 5090 sepertinya aman dari pemangkasan ini. Jelas terlihat NVIDIA lebih memprioritaskan produk premium dengan margin keuntungan yang jauh lebih tebal dibanding kelas value.

Biang kerok utamanya adalah kelangkaan modul memori GDDR7, seperti dikutip dari TweakTown. Produksi teknologi memori baru ini ternyata terhambat masalah teknis, berbeda dengan masa transisi ke GDDR6 dulu yang lebih mulus.

Situasinya cukup parah, harga pasar modul GDDR7 3GB bahkan sudah melonjak lebih dari 50% sejak Oktober 2025. Kenaikan biaya produksi ini otomatis akan membebani dompet kita sebagai konsumen akhir nantinya.

Masalah ini menjalar ke mana-mana. Kelangkaan memori tidak cuma berdampak pada VRAM, tapi juga komponen PC lain. Merakit PC di tahun 2026 diprediksi bakal jadi tantangan logistik yang berat bagi siapa saja.

Dikutip dari TweakTown, permintaan perangkat keras AI yang tak terbendung memakan jatah bahan baku VRAM gaming. Jalur produksi yang seharusnya untuk gamer, kini harus berebut dengan kebutuhan pusat data yang masif.

Arsitektur Blackwell NVIDIA memang dipakai untuk konsumen dan korporat, tapi uang lebih deras mengalir dari korporat. Akibatnya, alokasi sumber daya digeser ke sana, dan gamer seolah jadi prioritas kedua bagi Si Hijau.

Krisis ini bahkan berpotensi membatalkan kehadiran seri pembaruan "Super" untuk RTX 50. Rumornya, NVIDIA mungkin menunda atau menghapus model tersebut karena tidak bisa mengamankan cukup chip memori untuk produksi massal.

Dikutip dari TweakTown, harga pasar diprediksi bakal melambung jauh di atas harga resmi (MSRP) pada 2026. Pengecer pasti akan menaikkan harga demi menjaga keuntungan di tengah stok barang yang langka.

Walau mungkin dimulai dari Tiongkok, efek rantai pasokan ini bersifat global. Krisis komponen dasar tidak mengenal batas negara, jadi pasar Barat dan wilayah lain pasti akan ikut merasakan dampak kelangkaannya.

Kompetitor pun tak banyak membantu. AMD kabarnya juga mempertimbangkan kenaikan harga 10% karena masalah memori yang sama. Tanpa perang harga, tidak ada alasan bagi NVIDIA untuk menurunkan harga jual mereka.

Jika tren AI terus mendominasi alokasi chip, era kartu grafis kelas menengah yang murah mungkin resmi berakhir. Nah, menurut kalian, apakah 2026 bakal jadi tahun tergelap buat perakitan PC? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#Nvidia #kabar buruk #kartu grafis #Gamer PC #krisis #2026