Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Proyek Rahasia Shenzhen: China Berhasil Ciptakan Mesin Pembuat Chip Tercanggih?

Toar Rotulung • 2025-12-23 12:03:20
Ilustrasi Keynote Teknologi
Ilustrasi Keynote Teknologi

JagoSatu.com - Tiongkok resmi memulai proyek ambisius ala "Manhattan Project" khusus buat chip AI di laboratorium rahasia Shenzhen. Langkah ini jadi simbol perlawanan Tiongkok terhadap blokade teknologi Barat dengan menciptakan prototipe mesin litografi EUV sendiri.

Dengan mempekerjakan mantan tim ahli ASML, mesin tersebut berhasil dibangun melalui proses rekayasa balik teknologi raksasa Belanda. Saat ini, mesin raksasa tersebut sedang menjalani pengujian intensif untuk menghasilkan cahaya ultraviolet ekstrem yang sangat dibutuhkan.

Mantan CEO ASML sempat skeptis dan mengklaim Tiongkok butuh waktu bertahun-tahun untuk mencapai level ini. Namun, munculnya prototipe ini membuktikan bahwa mereka mampu mengejar ketertinggalan jauh lebih cepat dari prediksi para analis.

Dilansir oleh Reuters, meski prototipe sudah beroperasi, mesin ini memang belum menghasilkan chip yang siap pakai. Pemerintah Tiongkok menargetkan produksi massal pada 2028, sementara beberapa pihak menilai tahun 2030 adalah target yang lebih masuk akal.

Mesin EUV ini krusial banget karena fungsinya untuk mengukir pola sirkuit super mikro pada silikon. Jika Tiongkok berhasil mematahkan monopoli Barat di bidang ini, peta kekuatan teknologi dunia dipastikan bakal berubah total secara permanen.

Saat ini, Tiongkok masih harus "ngulik" komponen dari mesin-mesin lama demi meniru sistem optik super presisi milik Barat. Mereka bahkan berburu komponen di pasar barang bekas demi mencapai swasembada teknologi yang mereka impikan.

Dilansir oleh Reuters, para rekrutan proyek ini dibekali kartu identitas palsu demi menjaga kerahasiaan tingkat tinggi bahkan antar pekerja. Banyak insinyur berbakat dibujuk pulang ke Tiongkok dengan iming-iming bonus besar untuk bergabung dalam proyek ini.

Huawei bertindak sebagai "final boss" yang mengoordinasikan jaringan besar perusahaan dan lembaga riset dalam upaya ini. Ribuan insinyur bahkan dilaporkan sampai tidur di lokasi kerja demi mengejar jadwal pengembangan yang sangat ketat.

Melalui dokumentasi video di setiap meja, Tiongkok melakukan pembongkaran komponen secara detail untuk memacu akselerasi riset. Cara ini dilakukan guna mengejar ketertinggalan teknologi Barat yang aslinya dikembangkan selama lebih dari tiga puluh tahun.

Target utamanya sangat jelas, yaitu bersih-bersih dari pengaruh teknologi Amerika Serikat dalam rantai pasokan mereka. Tiongkok ingin membangun chip canggih pakai mesin dalam negeri agar tidak lagi terkena dampak sanksi perdagangan di masa depan.

Proyek strategis ini diawasi langsung oleh Ding Xuexiang yang merupakan tangan kanan Presiden Xi Jinping. Keterlibatan petinggi negara ini memastikan bahwa anggaran yang dikucurkan untuk riset semikonduktor ini pada dasarnya hampir tidak terbatas.

Dikutip dari Reuters, prototipe ini punya ukuran berkali-kali lipat lebih besar dari mesin ASML karena butuh tenaga ekstra. Mesin ini menggunakan laser untuk menembak timah cair puluhan ribu kali per detik demi menciptakan plasma plasma.

Sejak 2019, Tiongkok sangat agresif mengguyur para ahli semikonduktor dengan subsidi dan bonus jutaan dolar agar mau bergabung. Mereka benar-benar berupaya membeli otak terbaik di industri ini demi mematenkan sumber cahaya EUV versi mereka.

Dikutip dari Tom’s Hardware, intelijen Belanda memperingatkan adanya aksi spionase besar-besaran untuk mengambil pengetahuan teknologi Barat. Celah keamanan di Eropa dimanfaatkan dengan baik oleh Tiongkok untuk mempercepat ambisi teknologi mereka secara signifikan.

Langkah berani ini menjadi puncak dari upaya rahasia selama enam tahun untuk mengakhiri dominasi teknologi Barat. Nah, menurut kalian apakah strategi Tiongkok ini bakal beneran sukses mengubah masa depan industri gadget dunia? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung