Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Valorant Makin Ketat! BIOS Jadul Kini Jadi Incaran Ban Riot Games

Toar Rotulung • 2025-12-24 01:00:00
Valorant Anniversary ke-5
Valorant Anniversary ke-5

JagoSatu.com - Riot Games lagi galak-galaknya blokir pemain Valorant yang masih pakai BIOS jadul. Masalahnya, ada celah di motherboard Asus sampai MSI yang bikin cheater bisa tembus sistem keamanan dengan mudah lewat celah hardware tersebut.

Harusnya IOMMU menjaga RAM kalian, tapi lewat bug "Sleeping Bouncer" ini, pertahanan hardware tersebut malah "tidur" saat bertugas. Kondisi ini dimanfaatkan cheater untuk melewati proteksi anti-cheat tanpa terdeteksi sama sekali oleh sistem.

Dilansir oleh Tom's Hardware, hardware gagal menjalankan "Pre-Boot DMA Protection" secara sempurna saat startup. Ini memberikan celah bagi kode jahat untuk masuk sebelum sistem operasi berjalan. Seram juga kalau hardware bisa membohongi sistem keamanan kita.

Peneliti Riot menemukan celah aneh saat proses "handover" firmware ke sistem operasi. Hasilnya, perangkat PCIe bisa membaca dan menulis data di memori tanpa ketahuan. Ternyata proses booting komputer kita itu sebenarnya lumayan rapuh, ya?

Cheat DMA ini bisa dibilang "boss terakhir" di dunia tipu-tipu karena pakai PC kedua untuk memantau musuh. Niat banget sampai harus sedia dua komputer cuma buat menang game. Benar-benar komitmen yang sangat menyedihkan untuk sebuah kemenangan.

Dikutip dari Tom's Hardware, modal buat curang ini nggak main-main karena perangkatnya bisa seharga jutaan rupiah. Perangkat ini menyamar jadi kartu jaringan supaya tidak terdeteksi software. Bayangkan buang uang sebanyak itu cuma buat merusak lobi.

Riot nggak tinggal diam dan langsung kolaborasi bareng produsen buat rilis update BIOS. Patch ini bakal mengunci IOMMU sebelum perangkat luar mulai beraksi. Langkah yang sangat bagus agar celah keamanan ini benar-benar tertutup rapat.

Kalau sistem kalian kena deteksi, bakal muncul pesan "VAN:Restriction" yang sangat menyebalkan. Ini bukan ban permanen, tapi kalian nggak bisa main sebelum update firmware. Istilahnya, benerin dulu PC kalian baru boleh masuk lobi lagi.

Dilansir oleh Tom's Hardware, kalian harus flash BIOS dan aktifkan Secure Boot serta VBS. Pastikan juga VT-d atau AMD-Vi aktif. Update BIOS memang terasa tegang, sudah mirip operasi jantung buat PC kalian sendiri.

Masalah ini bukan cuma soal game, tapi risiko keamanan serius buat data pribadi kalian. Penyerang fisik bisa mencuri kunci enkripsi lewat celah DMA ini. Update BIOS ini malah bisa menyelamatkan tabungan kalian dari pencurian data.

Riot merasa ini langkah wajib buat menangin "perlombaan senjata" lawan cheater kelas kakap. Mereka jadi yang pertama wajibkan TPM 2.0 di Windows 11. Vanguard sekarang sudah kayak petugas keamanan bandara buat motherboard kalian.

Dikutip dari Tom's Hardware, kebijakan ini memicu pro-kontra karena update BIOS punya risiko bikin motherboard rusak. Tapi bagi Riot, menjaga sportivitas jauh lebih penting daripada masalah teknis yang mungkin muncul sesekali pada penggunanya.

Dengan paksaan update ini, Riot bikin biaya produksi cheat jadi makin mahal dan susah. Strateginya jelas, kalau nggak bisa di-banned, bikin mereka bangkrut saja. Menghantam dompet cheater ternyata jauh lebih efektif daripada sekadar banned akun.

Sekarang batas antara keamanan game dan keamanan siber makin tipis. Developer game malah jadi tim penjamin kualitas buat produsen hardware dunia. Vanguard sekarang bukan cuma anti-cheat, tapi sudah jadi antivirus sekunder buat PC kalian.

Buruan cek situs resmi motherboard kalian dan cari update firmware terbaru. Selain biar bisa main Valorant lagi, ini demi keamanan data pribadi kalian sendiri. Jadi, apakah kalian berani update BIOS demi kelancaran push rank? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#blokir #pemain #Valorant #Riot Games