Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Awal Puasa Ramadhan, PP Muhammadiyah 18 Februari 2026, Kemungkinan Berbeda Sehari dengan Hitungan Pemerintah

Hairil Paputungan • 2026-01-02 10:37:51
Photo
Photo

(foto: istimewa) 

Awal Puasa Ramadhan, PP Muhammadiyah

18 Februari 2026, Kemungkinan Berbeda

Sehari dengan Hitungan  Pemerintah

 

JAGOSATU.COM - Kemungkinan perbedaan awal puasa ramadhan versi OPP Muhjammadiyah dan versi Pemerintah akan berbeda sehari. Dalam kurun kurang dari dua bulan lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadan 1447 H. sejak jauh hari Penguru Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.
Itu tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Dalam penetapannya, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menggunakan perhitungan hisab hakiki yang berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Ijtimak jelang Ramadan 1447 H terjadi pada 29 Syakban 1447 H yang bertepatan dengan Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 UTC. Pada saat matahari terbenam pada hari tersebut, kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1 yang mensyaratkan tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat belum terpenuhi.

Penerapan KHGT kemudian dilanjutkan dengan memeriksa PKG 2 dan diketahui terdapat wilayah di Amerika yang memenuhi kriteria visibilitas hilal, sementara waktu ijtimak tercatat terjadi sebelum fajar di New Zealand. Berpegang pada prinsip kesatuan matlak global, 1 Ramadan ditetapkan serentak pada 18 Februari 2026.

"Di seluruh dunia tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M," bunyi maklumat yang ditetapkan 22 September 2025 dan diunggah di situs resmi Muhammadiyah.

Puasa Ramadan menurut ketetapan Muhammadiyah ini akan berlangsung 30 hari. Ijtimak jelang Syawal terjadi pada 30 Ramadan tepatnya pada 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC. Pada hari tersebut, ada wilayah yang sudah memenuhi PKG 1 sehingga Lebaran jatuh pada hari berikutnya.
"Di seluruh dunia tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026," bunyi keputusan tersebut.

Penetapan 1 Ramadan 2026 Pemerintah
Sejauh ini, pemerintah belum menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M. Pada tahun-tahun sebelumnya, mengacu Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, penetapan awal puasa akan diputuskan dalam sidang isbat.
Sidang isbat awal Ramadan biasanya digelar pada 29 Syakban.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, 29 Syakban 1447 H jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Namun demikian, jadwal pastinya masih menunggu keputusan pemerintah.
Hitung Mundur Ramadan 2026

Meski pemerintah belum menetapkan awal puasa 2026, hitung mundur sudah bisa dilakukan dengan prediksi kalender Hijriah dan ketetapan Muhammadiyah. Kalaupun ada perbedaan, biasanya selisih satu hari.
Jika dihitung dari hari ini, Jumat (2/1/2026), puasa Ramadan 2026 tinggal 47 hari lagi, mengacu ketetapan Muhammadiyah bahwa 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.
Sementara itu, mengacu kalender Hijriah yang menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026, maka puasa akan jatuh 48 hari lagi.

Apabila mengacu pada kalender hijrian itu, maka Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026. Artinya akan berbeda sehari lebih lambat dibanding penetapan Muhammadiyah yang diprediksi akan lebaran pada 20 Maret 2026.

Dalam kalender Masehi, tertera tanggal merah untuk Idul Fitri juga tanggal 21 Maret, sama dengan versi kalender hijriah. Artinya, jika awal puasa dimulai pada 19 Februari, maka Idul Fitri jatuh pada 21 Maret, genap 30 hari puasa.

Sedangkan versi Muhammadiyah, yang awal puasanya 18 Februari, maka lebaran Idul Fitri jatuh pada 20 Maret, sehari lebih cepat dengan kalender hijriah maupun kalender masehi. Pelaksanan puasa ramadhan hanya boleh dikerjakan antara 29 atau 30 hari. Kurang dari 29 tidak sah, lebih dari 30 hari pun tidak dibenarkan.

Dengah demikian, apabila merujuk kalender hijriah yang bioasanya jadi acuan pemerintah, maka tahun ini pelaskaan ramadhan antara Muhammadiyah dan versi pemerintah akan berbeda sehari.(kri/erd/dth/opr)

Penetapan PP Muhammadiyah: 

Awal Puasa Ramadhan: 18 Februari 2026 

Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah: 20 Maret 2026 

Durasi Puasa Ramadhan: 30 Hari 

 

Kalender Hijriah/Versi Pemerintah: 

Prediksi Awal Ramadhan: 19 Februari 2026 

Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah: 21 Maret 2026  

Durasi Puasa Ramadhan: 30 Hari 

Editor : Hairil Paputungan
#awal ramadhan