JagoSatu.com - Kabar buruk buat para gamer, NVIDIA dan AMD kabarnya bakal menaikkan harga GPU secara drastis di awal 2026. Bahkan, RTX 5090 diprediksi tembus $5000, bikin masa sulit kelangkaan GPU dulu kerasa balik lagi menghantui kita.
Kenaikan harga ini bakal bikin rakit PC makin sulit. Kalau satu komponen saja harganya sudah setara mobil bekas, masa depan gaming kelas atas cuma bakal jadi mimpi buat orang kaya saja, mengingat kenaikannya mencapai 2,5 kali lipat.
Dilansir oleh wccftech.com, biaya produksi yang membengkak jadi biang keroknya, terutama harga DRAM. Biaya memori saja kabarnya sudah memakan anggaran produksi sampai 80%, sehingga produsen seolah menyandera seluruh industri game dengan harga yang sangat tinggi.
AMD diperkirakan mulai menaikkan harga pada Januari 2026, lalu NVIDIA menyusul sebulan kemudian. Kenaikan ini bakal terjadi bertahap setiap bulannya, bikin rencana rakit PC baru di tahun tersebut jadi makin berantakan dan tidak menentu.
Seri RTX 50 dan RX 9000 terbaru bakal paling terdampak kebijakan ini. Meski sempat ada promo liburan yang menarik, masa-masa harga miring itu sudah nggak berlaku lagi tepat saat arsitektur Blackwell dan RDNA 4 diluncurkan nanti.
Dikutip dari wccftech.com, kelangkaan ini dipicu oleh industri AI di Asia yang makin haus dan memborong chip konsumen. Mereka mengubah GPU biasa menjadi kartu grafis khusus AI, membuat para gamer cuma bisa gigit jari melihat stoknya habis.
Bahkan ada modder yang nekat bikin varian "32 GB AI" untuk dijual ke pusat data. Aksi borong ini menguras stok di toko komputer lokal, sebuah pemandangan yang bikin sedih buat pecinta PC rakitan di mana-mana.
GPU gaming tercepat di dunia kini resmi jadi kartu grafis dengan harga paling fantastis, menurut laporan wccftech.com. Para pakar menilai biaya produksi yang terlampau tinggi bikin harga peluncuran awal sangat mustahil untuk bisa dipertahankan.
Padahal produksi chip seperti RTX 5060 Ti diklaim masih normal. Masalahnya, barangnya tetap nggak sampai ke tangan gamer karena permintaan institusional yang masif, membuat struktur harga di tahun 2026 jadi sangat kacau di semua lini.
Kabar lain menyebut NVIDIA mengurangi produksi kelas menengah demi dialihkan ke sektor lain. Ladang AI sekarang jadi "penambang" model baru yang lebih haus chip, mirip situasi tahun 2021 tapi kali ini karena teknologi Large Language Models.
AMD RX 9070 juga menghadapi tekanan serupa di tengah dinamika pasar yang berubah. Walaupun Dr. Lisa Su terus pamer teknologi AI terbaru, nyatanya para gamer justru yang paling sering dikorbankan demi kemajuan inovasi perangkat keras tersebut.
Berdasarkan laporan wccftech.com, biaya teknologi GDDR7 memang dipatok sangat tinggi. Kelangkaan modul berkecepatan tinggi ini bikin kita harus membayar harga premium demi teknologi, kelangkaan barang, sekaligus imbas dari tren AI yang sedang naik daun.
Buat kalian yang berencana upgrade PC di tahun 2026, harapannya makin tipis. Kecuali punya tabungan melimpah, GPU lama kalian sepertinya masih harus diajak kerja keras untuk bertahan beberapa tahun lagi menemani kalian bermain game favorit.
Skala modifikasi GPU untuk pasar AI ini menunjukkan betapa putus asanya industri tersebut. Pergeseran besar ini bikin komunitas PC rakitan makin tertinggal di tengah perang chip global yang seolah huruf 'G' di GPU sudah nggak buat Gaming.
Skenario RTX 5090 seharga $5000 benar-benar jadi mimpi buruk buat pasar PC gaming saat ini. Kira-kira menurut kalian, apakah masuk akal sebuah kartu grafis dihargai setinggi itu, atau industrinya memang sudah kehilangan akal sehatnya? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung