Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Elon Musk Ingin Ganti Rugi Gugatan OpenAI Segera Diserahkan dan Tuntut Pemecatan Sam Altman

ALengkong • Rabu, 8 April 2026 - 22:23 WIB
Elon Musk mengubah gugatan hukumnya terhadap OpenAI, meminta ganti rugi diserahkan ke divisi nirlaba perusahaan dan menuntut pemecatan CEO Sam Altman serta Presiden Greg Brockman.
Elon Musk mengubah gugatan hukumnya terhadap OpenAI, meminta ganti rugi diserahkan ke divisi nirlaba perusahaan dan menuntut pemecatan CEO Sam Altman serta Presiden Greg Brockman.

Jagosatu.com - Elon Musk telah mengubah gugatan hukumnya terhadap OpenAI, meminta agar potensi ganti rugi yang dimenangkan dari persidangan diserahkan kepada divisi nirlaba perusahaan, bukan untuk dirinya pribadi. Perubahan ini juga mencakup tuntutan pemecatan CEO OpenAI Sam Altman dan Presiden Greg Brockman dari posisi kepemimpinan mereka.

Amandemen gugatan yang diajukan dalam berkas pengadilan pada Selasa (7/4/2026) ini menegaskan kembali tujuan utama Musk untuk mengembalikan OpenAI ke status organisasi riset nirlaba. Ia secara eksplisit meminta pengadilan untuk "membatalkan konversi dan restrukturisasi OpenAI menjadi perusahaan nirlaba," sebagaimana dilansir dari Bloomberg.

Dalam berkas tersebut, pengacara Musk menyatakan bahwa tindakan tersebut harus mencakup pemindahan Altman sebagai direktur dari dewan nirlaba OpenAI, serta pemindahan Altman dan Brockman sebagai pejabat dari entitas nirlaba OpenAI. Mereka berargumen bahwa pemecatan pejabat dan direktur sebuah badan amal adalah solusi umum jika individu tersebut gagal melindungi atau menjalankan misi publik amal.

Gugatan ini bermula pada tahun 2024, ketika Musk menuduh Altman dan OpenAI "memanipulasi dan menipu" dirinya untuk menyumbangkan $38 juta. Sumbangan tersebut, menurut Musk, diberikan atas dasar janji bahwa OpenAI akan tetap menjadi entitas nirlaba.

Musk adalah salah satu pendiri OpenAI pada tahun 2015, bersama Altman dan sejumlah tokoh lainnya, dengan visi awal sebagai laboratorium AI nirlaba yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan demi kemaslahatan umat manusia. Visi ini menjadi inti dari klaim Musk dalam gugatannya.

Namun, Musk meninggalkan OpenAI pada tahun 2018 setelah upaya untuk menggabungkannya dengan Tesla, perusahaan kendaraan listrik miliknya, tidak berhasil. Sejak kepergiannya, OpenAI mengalami restrukturisasi signifikan yang mengubahnya menjadi entitas yang kini memiliki lengan nirlaba dengan 26% saham di unit nirlaba, termasuk pengembang ChatGPT, menurut laporan CNBC.

Perubahan status menjadi perusahaan nirlaba ini menjadi pemicu utama gugatan Musk, yang mengklaim bahwa OpenAI telah menjadi "anak perusahaan de facto sumber tertutup" dari Microsoft. Ia merasa sebagai salah satu pendiri, perubahan model operasi ini telah menipunya sebagai seorang donor.

Sebelumnya, pengacara Musk dalam pengajuan Januari telah menuntut ganti rugi hingga $134 miliar dari OpenAI dan investor utamanya, Microsoft. Mereka menyebut jumlah tersebut sebagai "keuntungan yang tidak sah" yang diperoleh perusahaan-perusahaan tersebut sebagai hasil dari kerja awal dan dukungan finansial Musk, seperti dilaporkan CNBC.

Namun, dalam berkas terbaru pada Selasa, pengacara Musk menyatakan bahwa klien mereka kini berupaya "mengembalikan semua keuntungan yang diperoleh secara tidak sah, termasuk milik Microsoft, kepada badan amal OpenAI." Hal ini menunjukkan pergeseran fokus dari keuntungan pribadi menjadi pengembalian dana untuk misi nirlaba awal, sebagaimana diinformasikan oleh The Wall Street Journal.

Kasus hukum yang semakin memanas ini dijadwalkan akan memasuki tahap pemilihan juri pada 27 April mendatang di pengadilan federal Oakland, California. Persidangan ini diprediksi akan menjadi sorotan utama di dunia teknologi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak OpenAI belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan komentar mengenai perkembangan terbaru dalam gugatan tersebut, menurut laporan dari Bloomberg. Ketidakpastian ini menambah dinamika menjelang persidangan.

Gugatan ini menyoroti perseteruan yang mendalam antara dua tokoh teknologi terkemuka dan implikasi besar terhadap arah pengembangan kecerdasan buatan, khususnya terkait model bisnis dan etika di balik inovasi AI yang semakin pesat.

Perkembangan ini diprediksi akan semakin memanaskan situasi menjelang persidangan, mengingat reputasi Elon Musk dan Sam Altman dalam menciptakan dinamika publik yang intens seputar berbagai usaha bisnis mereka, yang kerap menjadi perhatian global.

Sumber: Bloomberg

Editor : ALengkong
#Greg Brockman #AI #gugatan hukum #Elon Musk