Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Serabi, Kue Manis Pinggir Jalan Indonesia yang Terkenal di Taste Atlas.

Aryanti Sasamu • Selasa, 1 Agustus 2023 - 22:30 WIB
Indonesia terkenal dengan kuliner tradisionalnya yang khas.
Indonesia terkenal dengan kuliner tradisionalnya yang khas.

JAGOSATU.COM - Siapa yang tak kenal dengan Serabi? Jajanan pasar yang memiliki rasa manis ini merupakan jajanan kudapan yang paling mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional. Serabi juga sering dianggap sebagai pancake versi lokal.

Bahan dasar adonan serabi pada umumnya adalah tepung beras, pandan, gula, santan, garam, dan vanila, ujar seorang penjual serabi.

Serabi pun diketahui memiliki berbagai macam nama tergantung dari bentuk dan daerah asal seperti Surabi Bandung yang menggunakan topping oncom sehingga menghasilkan cita rasa pedas dan manis.

Serabi Solo menggunakan topping dengan dominan rasa manis. Kue ape atau serabi-nya Jakarta memiliki bagian pinggiran yang kering dan memiliki ciri khas bagian tengah yang menggembung, tambah penjual serabi lainnya.

Ada juga Serabi Cirebon yang berbentuk bulat pipih dan memiliki rasa gurih karena hadir dengan aneka topping seperti oncom, telur, tauco, hingga tempe orek.

Serabi Bali lebih dikenal dengan nama Jaje Laklak, yang identik dengan serabi ini karena warna hijaunya dan hanya diberi parutan kelapa dan siraman saus gula merah, jelas penjual serabi lainnya.

Baca Juga: 10 Sup Paling Lezat di Seluruh Dunia, Nomor 1 Menjadi Keunggulan bagi Warga Surabaya.

Kemudian varian Serabi Kalibeluk dari Batang, Jawa Tengah yang konon sudah ada sejak kerajaan Mataram. Serabi Kalibeluk hadir dengan cita rasa asin dan manis.

Dilansir dari Wikipedia, jajanan ini beberapa kali disebut dalam Serat Centhini, yang ditulis oleh para pujangga keraton Surakarta selama 1814-1823 atas perintah Pakubuwana V sebagai sesaji dalam prosesi ijab atau pernikahan, ruwahan, dan terutama kudapan.

Pada tembang (pupuh) ke-157 bait 18, diceritakan bahwa serabi merupakan salah satu dari sekian banyak jenis jajanan yang dijajakan di halaman rumah pada saat pertunjukan wayang kulit di malam hari.

Secara tradisional, di beberapa tempat di Jawa dan Lampung, serabi dimasak menggunakan periuk tanah liat kecil dan dipanggang di atas tungku arang. Sedangkan serabi modern, di Solo misalnya, dimasak menggunakan wajan kecil.

Sementara itu, seiring perkembangan zaman, banyak penjual yang terus berinovasi dengan menambahkan berbagai topping seperti sosis, keju, maupun mayones dengan tujuan mematahkan asumsi serabi adalah makanan yang terkesan rendahan.(jpg)

Editor : Aryanti Sasamu
#Kuliner #serabi