Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 29 Oktober 2025, Markus 7:9-13 Jangan Menurunkan Standar

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Markus 7:9-13


Advertisement

JANGAN MENURUNKAN STANDAR

"Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati." (ay.10)

Seorang anak adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap keluarga. Namun, memperoleh anak bukanlah satu-satunya tujuan dari perkawinan. Yang utama adalah menghadirkan hubungan keluarga itu yang didasari dengan kasih Kristus. Oleh karena itu, tugas dari orang tua adalah melaksanakan perintah Allah untuk mendidik anak-anak dalam pengenalan kepada Tuhan Yesus.

Advertisement

Perintah Tuhan sangatlah tegas dalam Hukum Taurat yang menyatakan bahwa seorang anak wajib menghormati ayah dan ibunya. Bahkan, terdapat hukuman yang berat bagi mereka yang melawan orang tua. Tuhan mengatur perintah ini dalam suatu tradisi yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap orang tua. Namun, pada masa itu, orang-orang Yahudi menciptakan "celah" untuk menghindar. Mereka berargumentasi bahwa harta atau bantuan yang semestinya diberikan kepada orang tua telah dipersembahkan untuk Allah. Dengan alasan ini, mereka mengabaikan kewajiban mereka untuk mendukung orang tua, meskipun itu adalah kewajiban moral dan spiritual. Pendapat tersebut justru merendahkan standar yang ditetapkan oleh Tuhan, tanpa jelas apa niat di balik hal ini.

Kita dipanggil untuk sepenuhnya mematuhi Firman Tuhan. Hindarilah mencari celah yang membuat kewajiban terasa lebih ringan. Jangan turunkan standar Firman Tuhan hanya untuk menghindari perasaan bersalah atau agar kehidupan menjadi lebih mudah. Penting bagi kita untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah saya benar-benar taat kepada Tuhan, atau hanya mencari pujian dan kenyamanan untuk diri sendiri? Ketulusan sangat krusial dalam melaksanakan perintah Allah. Ini juga berlaku dalam hubungan kita saat menjalani pelayanan, berinteraksi di dunia kerja, dan di lingkungan keluarga, termasuk saat kita menghormati orang tua. Meskipun kita memiliki keterbatasan, kita masih dapat menaati Allah dengan hati yang tulus.

 

Advertisement

Doa: Perintah Tuhan itu baik bagi kami, dan ajari kami melaksanakan dengan hati yang mengasihi-Mu. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:12-14  Evaluasi Diri Tuhan Itu Ad

"Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak tahan memandang kelaliman"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:1-2  Evaluasi Diri Kepekaan Dan

"Berapa lama lagi, ya TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar....."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer