Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Selasa, 4 November 2025, Yudas 1:14-16 Jangan Suka Bersungut-Sungut

Yudas 1:14-16
JANGAN SUKA BERSUNGUT-SUNGUT
"Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya..." (ay. 16)
Pernahkah kita menjumpai seseorang yang mudah mengeluh dan suka bersungut-sungut? Atau barangkali, tanpa disadari, kita sendiri sering menjadi pribadi yang gemar bersungut-sungut, entah dalam tugas sekolah, pekerjaan kantor, atau kegiatan rumah tangga. Padahal, begitu banyak orang di luar sana yang tidak memiliki apa yang saat ini sedang kita miliki. Ada yang tidak bisa bersekolah, kehilangan pekerjaan, atau sedang berada dalam tekanan berat akibat krisis global. Sudahkah kita benar-benar bersyukur atas berkat Allah yang telah mencukupi segala kebutuhan kita?
Yudas menggambarkan orang-orang fasik sebagai penggerutu, tukang mengeluh, dan penjilat yang hidup menuruti hawa nafsu mereka. Orang yang terbiasa mengeluh akan selalu mencari alasan untuk bersungut-sungut dalam keadaan apa pun, bahkan saat hidupnya tampak tenang, sukses, atau diberkati. Tidak pernah ada cukup alasan baginya untuk bersyukur. Padahal, mereka yang suka bersungut-sungut sejatinya sedang menunjukkan sikap tidak menghargai setiap tetes berkat Allah dalam hidupnya. Tanpa disadari, keluhan dan gerutu yang keluar dari mulut adalah bentuk dosa yang lahir dari hati yang tidak bersyukur. Karena itu, marilah kita lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kata-kata.
Sesungguhnya, setiap tantangan, kesulitan, dan masalah dalam hidup adalah sarana dari Allah untuk memperkaya pengalaman, membentuk karakter, dan menumbuhkan kedewasaan rohani agar kita semakin bijaksana dalam menghadapi arus kehidupan. Ketika kita memilih untuk terus mengeluh, sesungguh-nya kita sedang menunjukkan bahwa kita belum mampu bersyukur atas anugerah yang telah kita terima. Lebih dari itu, sikap ber-sungut-sungut merusak hubungan kita dengan Allah, karena Dia melihat kita sebagai pribadi yang tidak puas dan kurang berterima kasih. Ingatlah, bersyukur adalah kunci untuk mengalami sukacita yang sejati.
Doa: Bapa tuntun kami untuk selalu mengucap syukur atas setiap tetes berkat-Mu yang memenuhi kebutuhan hidup kami. Amin.

