Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 5 November 2025, Yudas 1:19-21 Waspada Roh Pemecah.

Yudas 1:19-21
WASPADAI ROH PEMECAH
"Mereka adalah pemecah belah, manusia duniawi yang tidak memiliki Roh Kudus" [ay.19]
Perbedaan adalah suatu keniscayaan dalam keberagaman. Namun, ketika perbedaan tidak dapat diterima karena ego terlalu mendominasi, maka friksi akan muncul. Friksi ini dapat berkembang menjadi perseteruan hingga berujung pada perpecahan. Sejak awal, gereja perdana pun telah menghadapi perpecahan. Apa pun alasannya, perpecahan tidak pernah memuliakan Kristus, justru mempermalukan-Nya. Karena itu, kita membutuhkan kasih sebagai pengikat yang mempersatukan. Kasih sejati hanya dapat mengalir ketika Roh Kudus menguasai hati dan pikiran kita.
Yudas menggambarkan para pengejek pada akhir zaman sebagai orang-orang yang menuruti hawa nafsu dan menimbulkan pertentangan di tengah persekutuan. Orang-orang fasik ini kerap melahirkan perpecahan karena hidup tanpa bimbingan Roh Kudus, sehingga dikuasai oleh kedagingan yang melahirkan perselisihan, kemarahan, kepentingan diri sendiri, percekcokan, dan perpecahan (lihat Galatia 5:20). Kehidupan menurut daging inilah yang membuat mereka terbiasa membentuk kelompok-kelompok tertentu dan mengkotak-kotakkan persekutuan. Iman kepada Kristus seharusnya tidak hanya mengubah pola pikir, tetapi juga gaya hidup. Artinya, bukan sekadar pengetahuan, tetapi tindakan nyata yang membawa kesatuan.
Pengikut Kristus sejati akan menjaga dirinya agar senantiasa hidup dalam kasih Tuhan yang mempersatukan. Namun, hal itu bergantung pada penerimaan dan ketaatan terhadap hukum, perintah, titah, dan kehendak Allah. Jika kita ingin tetap berada dalam persekutuan yang benar dengan Allah, kita harus memberi kasih dan ketaatan yang utuh kepada-Nya. Perubahan gaya hidup hanya dapat terjadi melalui doa yang dibimbing oleh Roh Kudus. Doa yang benar bukan sekadar daftar permintaan, tetapi doa yang di penuhi kesadaran akan kehendak Tuhan. Roh Kudus memampukan kita untuk berdoa sebagaimana seharusnya.
Doa: Ya Bapa, pakai kami untuk selalu menghadirkan persatuan dalam persekutuan di gereja-Mu. Amin.

